Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bahaya Demam Berdarah (DBD) pada Balita, Kenali Gejalanya

Jay Wijayanto • Selasa, 2 April 2024 | 22:16 WIB

dr. Nurita Alami D.W, Sp.A.
dr. Nurita Alami D.W, Sp.A.

Bersama dr. Nurita Alami D.W, Sp.A dan Doodle Exclusive Baby Care

DEMAM Berdarah Dengue (DG) menjadi konsen, karena saat ini belum ada pengobatan yang spesifik. Demam Berdarah Dengue (DG) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, dimana vaksinnya hingga saat ini belum ada.

Jadi pengobatannya bersifat supportif yang artinya membantu anak untuk melewati masa-masa kritis ketika mengalami Demam Berdarah Dengue (DG).

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Nurita Alami D.W, Sp.A., dalam perbincangannya bersama Doodle Exclusive Baby Carebeberapa waktu lalu.

Menurut dokter Nuri, begitu sapaannya, angka kematian dari Demam Berdarah Dengue (DG) cukup tinggi. Walaupun penyakit ini gejalanya sangat luas, tidak hanya Demam Berdarah Dengue (DG) yang diikuti pendarahan yang banyak sampai memerlukan rawat inap.

Tetapi ada juga demam berdarah yang ringan. Tapi kalau sudah berat mengalami demam berdarah sampai rawat inap, inilah yang harus berhati-hati.

Lantas bagaimana cara membedakan Demam Berdarah Dengue (DG) dengan demam biasa?

Dokter spesialis anak ini mengungkapkan di awal sakit, gejala demam bisa mirip-mirip dengan penyakit flu atau biasa dikenal dengan istilah flu like syndrome.

Namun yang membedakan adalah pada demam berdarah, demamnya sulit sekali turun. Tinggi sekali pada tiga hari pertama yakni antara 38 hingga 40 derajat celcius.

Demam Berdarah Dengue (DG) ini panasnya untuk mencapai suhu normal hanya sebentar, dimana 2 hingga 4 jam turun, inilah yang membuat kepanikan orangtua. Dikhawatirkan anak mengalami kejang atau rewel.

“Beberapa hal yang perlu diwaspadai orangtua jika anak mengalami demam di antaranya ketika musim hujan, ada tetangga yang mengalami Demam Berdarah Dengue (DG), jika anak mengalami demam sudah diberikan anti demam dengan dosis yang sesuai dan tidak bisa turun dalam waktu yang panjang, hal inilah yang perlu ditanyakan kepada dokter spesialis anak yang akan membantu menjelaskan apakah ini demam biasa atau Demam Berdarah Dengue (DG),” katanya.

Menurut dia, Demam Berdarah Dengue (DG) yang disebabkan oleh virus ada 4 macam. Yakni dengue 1, dengue 2, dengue -3, dan dengue-4.

Virus ini dibawa oleh nyamuk aides aigepty, yang kemudian ditularkan melalui gigitan nyamuk yang berpindah-pindah dari anak satu ke anak yang lain.

“Saat ini sudah ada vaksin demam berdarah yang bisa diberikan kepada anak mulai usia 6 tahun. Untuk mencegah penularan pada anak di bawah 6 tahun bisa melakukan 3M, yakni Menguras, Menutup dan Mengubur, menyebarkan bubuk abate, dan memberikan vaksin untuk usia anak di atas 6 tahun,” tandasnya.

Dokter yang membuka praktik di rumah sakit yang ada di Surabaya ini menjelaskan, ada beberapa indikasi atau gejala lain yang identik untuk penyakit demam berdarah anak dengan dewasa.

Berbicara tipe demamnya, tipe demam mendadak tinggi dan respon terhadap anti demam tidak baik yakni tiga hari pertama dan biasanya panas terus. Yang membedakan balita terkadang gejalanya mirip dengan penyakit lain, biasanya disertai dengan diare dan batuk pilek.

“Yang mengkhawatirkan biasanya pada balita gejala pendarahanya lebih hebat ada muntah darah, berak darah. Berbeda dengan usia anak yang lebih tinggi yakni diatas 5 tahun, biasanya mengalami demam, muntah, nyeri perut, linu-linu, pusing. Tetapi kalau pada balita lebih sulit membedakan gejalanya, kecuali tipe demamnya minum obat tidak turun-turun bahkan hingga mengalami kejang karena demamnya. Angka kematiannya untuk balita juga tinggi karena secara sistem imun anak balita belum matang sehingga gejalanya belum terlihat,” ungkap dokter Nurita.

Dokter yang berdomisili di Surabaya ini menambahkan, karena anak usia 5 tahun atau balita belum bisa divaksin, yang harus dilakukan untuk memberantas penyakit infeksi pada balita adalah dengan melakukan upaya pencegahan (preventif).

Jika demam berdarah ditularkan oleh nyamuk maka pastikan tempat hidup hewan ini tidak ada di sekitar rumah. Seperti genangan air bening yang harus dikuras dua hari sekali, hati-hati untuk rumah yang dekat semak belukar karena musim hujan banyak genangan air, sampah-sampah seperti botol plastik dan gentong harus dibuang atau ditutup.

Selain itu, hati-hati terhadap gigitan nyamuk aides aigepty yang biasa menggigit pada pagi hari yakni pukul 09.00 sampai pukul 12.00, dan sore hari pulul 16.00 hingga 18.00.

“Pastikan anak-anak terhindar dari gigitan nyamuk tersebut dengan memakai pakaian yang panjang atau repelan ataupun kelambu. Untuk menghindari virus ini, dengan menjaga imunitas yakni nutrisi diperbaiki, tidurnya dicukupi bagi anak-anak yang sudah cukup umur lakukan vaksin  sehingga terhindar dari nyamuk yang membawa virus sehingga apabila lingkungannya juga tidak ada sehingga terjaga,” katanya lagi.

Dalam bincang-bincangnya bersama Doodle Exclusive Baby Care, wanita yang berprofesi sebagai dokter ini menuturkn bahwa infeksi virus DG gejalanya luas sekali mulai dari tanpa gejala, memiliki imun yang bagus sehingga tidak tertular, ada juga yang seperti orang sakit flu atau flu like syndrome seperti batuk-batuk badannya linu-linu, mengalami trombosit atau keping darahnya yang turun, disertai dengan kebocoran plasma sehingga cairan dalam pembuluh darah keluar sehingga menggangu tanda vital seperti tekanan darah, laju nafas, laju nadi. Dan gejala yang terakhir infeksi DG disertai pendarahan yang hebat dan gangguan tanda vital yang angka kematiannya tinggi.

Demam berdarah memiliki gejala yang luas, dari tanpa gejala, gejala ringan, sedang  sampai gejela berat yang wajib melakukan rawat inap apabila yang pertama  mengalami demam berdarah gejala berat yang disertai dengan pendarahan dan gangguan tanda vital. Selain itu, demam berdarah yang dirawat inap jika disertai tanda bahaya, misalnya anak demam tinggi, ada nyeri perut hebat, ada muntah-muntah sehingga cairan tidak masuk sama sekali, perut membesar akibat kebocoran plasma, atau ada pendarahan, tanda gangguan vital.

“Ketika jika anak dalam kondisi yang baik-baik saja tetapi keping darah atau trombosit mulai turun ditambah akses kefasilitas kesehatan kerumah sakit jauh, disuruh bolak balik jauh, orangtua tidak ada yang mendampingi, kondisi ini disarankan anak untuk rawat inap. Karena demam berdarah hingga saat ini belum ada, obat utama demam berdarah adalah infus atau cairan. Selama anak mengalami masa kritis, 3 hari pertama demam dan 4 hari selanjutnya merupakan masa kritis yang dibutuhkan adalah cairan. Tetapi apabila anak masih bisa minum, ada keluarga yang bisa antar untuk kontrol bolakbalik rumah sakit tidak ada tanda bahaya untuk cek laboratorium,” tuturnya.

Disampaikan lagi, tetapi ketika semua itu tidak bisa lakukan rawat inap, karena akan dilakukan pemberian cairan pada hari keempat sampai ketujuh supaya menghindari gangguan tanda vital. Karena apabila tanda vitalnya terganggu maka gejala pendaraharannya akan berat, apalagi badannya sudah dingin akan menjadi sulit sembuhnya.

Di akhir wawancaranya, dr. Nurita Alami D.W, Sp.A berpesan karena kasus demam berdarah sedang tinggi baik pada anak maupun dewasa hal yang perlu dilakukan adalah yang pertama apabila anak mengalami demam mendadak tinggi selama tiga hari yang respon terhadap anti demam kurang baik hati-hati demam berdarah apalagi tetangga ada yang terkena demam berdarah.

Yang kedua pastikan ketika anak demam tidak ada tanda bahaya seperti muntah, nyeri perut, ada pendarahan, perut membesar jika ada tanda bahaya segera bawa kerumah sakit.

Yang ketiga jangan lupa 3 M yakni (Menguras, Menutup, Mengubur) dan sebarkan bubuk abate selama musim penghujan. Yang keempat saat ini sudah ada imunisasi untuk anak usia 6 tahun ke atas dan dewasa untuk memberikan perlindungan yang bermanfaat. (*/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#demam berdarah dengue #doodle exclusive baby care #balita