RADAR SURABAYA – Bulan suci Ramadan 1445 H ini memiliki beberapa momen menarik.
Bulan yang dinanti seluruh umat muslim sedunia itu, tak hanya spesial karena perihal ibadah yang ada di dalamnya, tapi juga memupuk toleransi antar umat beragama.
Tahun ini misalnya, banyak warganet yang membagikan momen seru mereka berburu takjil, terlepas dari agama mereka yang non Islam.
Sebuah akun TikTok bernama “atpotret” mengunggah video yang diberi tulisan “Soal agama kita toleransi, tapi masalah takjil kita saingan. Yang noni sudah start dari jam 3.”
Reaksi netizen pun banyak yang mengundang gelak tawa.
Salah satu netizen berkomentar, “Dibalik mereka buru takjil jam 3 sore, mereka merasakan “susah amat cari sarapan pagi ini.’”
Netizen lain juga mengomentari, “Lama-lama gua nginep juga ni di rumah penjual takjil.”
Top comment lainnya juga mengatakan, “Woyy itu matahari masih setinggi harapan ortu udah ngantri buat takjil,” ujar akun Rendra Sutrisno.
“Noh liat liatttttt panas panas penter mereka anteng tunjuk tunjuk takjil. Kita jam segitu memilih meditasi untuk bias bertahan,” tulisakun fsanjaya75.
“Kalian beli pas masih seger baru mateng, gua kebagian risol yang udah patah pinggang,” tulisKyy keep strong.
Di sisi lain, banyak netizen yang memberi ide-ide kocak agar tak terjadi rebutan belitakjil:
“Tolong tag Menteri agama, biar diberlakukan membeli takjil pakai KTP,” tulis akun Rehardian.
Selain itu banyak juga yang menyarankan diberlakukan password beli takjil seperti rukun iman, dua kalimat syahadat, bahkan asmaul husna.
Di akun lain juga banyak yang member tanggapan kocak seperti
“Tolong Menteri agama deklarasikan takjil boleh dijual 4.30, mereka start jam 3 di mana kita lagi lemes-lemesnya,” komentar Ayuindraa88.
“Pastornya gue umpetin pas paskah nanti ya biarin…Nanti kalian pakai Habib Jafarr.”
“Bisa bisanya dating jam 2 bilang takut gak kebagian, kita jam segitu roh lagi naik turun.”
“Biarin nanti bola bola di pohon natal gua ganti ketupat.”
“Fiks lebaran kali ini bikin ketupatnya pakai daun palma.”
“Awas pas paskah nanti gua borong semua telor biar kalian paskah pakai Kinderjoy.” (nad/nug)
Editor : Nofilawati Anisa