Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswa Unesa Tampilkan Simbiotik Warna yang Harmonis dalam Busana

Rahmat Sudrajat • Senin, 11 Maret 2024 | 02:53 WIB
EAST MEET WEST: Busana karya Elma Madani, mahasiswa Tata Busana Unesa yang diperagakan dalam 2nd Annual Fashion Show of Vocational Fashion Design 2024 di Ciputra World Surabaya, Sabtu (9/3) malam.
EAST MEET WEST: Busana karya Elma Madani, mahasiswa Tata Busana Unesa yang diperagakan dalam 2nd Annual Fashion Show of Vocational Fashion Design 2024 di Ciputra World Surabaya, Sabtu (9/3) malam.

RADAR SURABAYA – Para mahasiswa semester 8 jurusan Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menampilkan peragaan busana hasil akhir perkuliahan mereka.

Mengangkat tema Kumpulan Bunga-bunga di Taman, sebanyak 50 busana dari 25 desainer di peragakan di 2nd Annual Fashion Show of Vocational Fashion Design 2024.

Meskipun masih mahasiswa, namun mereka percaya diri untuk menampilkan busana yang lagi tren di tahun 2024 dan tentu itu karya sendiri.

Menurut Koordinator 2nd Annual Fashion Show of Vocational Fashion Design 2024, Elma Madani, dalam peragaan busana ini menampilkan simbiotik warna yang harmonis dalam busana.

"Saya padu padankan dengan tampilan east dan west dengan warna agar harmonis," kata Elama di Ciputra World Surabaya, Sabtu (9/3) malam.

Dalam peragaan busana ini ada enam warna yang ditampilan seperti navy, hingga brown dan yellow.

Mereka menghadirkan permainan warna yang berani karena sesuai dengan tema kumpulan bunga di taman.

"Kalau saya menggunakan kain satin dengan menggunakan payet dan kain kaca untuk hiasannya. Tema ini juga menjadi tren di tahun 2024," terangnya.

Selama membuat busana ia mengaku ada kendala dalam pembuatan busana dengan menyesuaikan dengan desain. "Ya harus sesuai dengan ekspektasi desain," tuturnya.

Lebih lanjut ia menyebut, kain songket yang digunakan khas Palembang. Sehingga kesan elegan, kharismatik dan glamor tetap ada. 

Sementara itu salah mahasiswa, Laylisa Salsabillah mengaku untuk pengerjaan desain sampai jadi butuh waktu dua bulan.

Ia menggunakan kain satin yang lembut. Bahkan gaya busana yang digunakan seperti dengan desain India. "Biasanya digunakan untuk formal bisa," tutur Laylisa.

Selain itu ia juga menampilkan motif bunga dan aksen payet untuk membuat kilau busana tersebut. "Saya kombinasikan dengan warna biru dengan motif bunga," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#fashion show #peragaan busana #Ciputra World Surabaya #busana #UNESA #songket