Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Begini Cara Tyo Melukis dari Cete Ampas Kopi dengan Objek Gedung Lawas Surabaya

Jay Wijayanto • Rabu, 28 Februari 2024 | 18:04 WIB
UNIK: Tyo tengah melukis menggunakan ampas kopi dengan objek Masjid Ampel sebagai background-nya.
UNIK: Tyo tengah melukis menggunakan ampas kopi dengan objek Masjid Ampel sebagai background-nya.

SURABAYA - Cara menarik dalam melukis ditunjukan oleh Tyo. Yakni dengan memanfaatkan ampas kopi, berbagai lukisan sudah berhasil dibuatnya. Terutama lukisan bangunan lawas di Surabaya atau Surabaya tempo dulu.

Penikmat lukisan ampas kopi karya Tyo tidak hanya dari lokal Surabaya saja, namun juga berbagai daerah di Indonesia. Bahkan sampai mancanegara seperti Hongkong, Jepang hingga Malaysia.

Tyo Ampas Kopi begitu orang banyak memanggilnya. Dia tengah membuat lukisan kawasan Ampel dengan background Masjid Ampel.

Tangannya sangat mahir dalam melukis menggunakan ampas kopi yang sangat halus agar kopi tersebut menempel dalam media lukis.

"Daripada kita buang ampasnya kita coba manfaatkan menjadi karya seni," kata perupa yang bernama lengkap Sulistiyono itu.

Ia mengaku, inspirasi membuat lukisan dari ampas kopi berawal saat melihat orang yang sering membuat cete atau menggambar dengan ampas kopi pada batang rokok.

"Kebetulan di tempat saya juga ada warung kopi. Awal mulanya ketika banyak orang membuat cete di rokok. Terus saya tergugah, dengan bereksperimen melukis dengan letek (ampas kopi, Red) untuk dikolaborasikan dengan sketsa," terangnya.

Meski sudah ratusan karya yang dihasilkan Tyo, namun ia tetap memiliki prinsip belajar dan belajar agar lukisannya terus berkembang.

"Saya belajar sketsa itu tahun 2015 terus tahun 2017 mendalami lukisan dengan ampas kopi mencoba mengekspresikan lukisan hingga sekarang saya terus belajar dan belajar," imbuhnya.

Lukisan Tyo lebih banyak berkisah tentang Surabaya tempo dulu, seperti Gedung Siola, Hotel Yamato (Hotel Majapahit), Balai Pemuda tempo dulu hingga Kantor Pos Kebon Rojo.

"Saya kebanyak mengambil tema lukisan yang menjadi ikon Surabaya, sehingga banyak yang suka dan menjadi suvenir. Selain itu juga lukisan ampas kopi saya juga dijadikan gambar dalam hijab," tutur Tyo.

Untuk membuat lukisan ampas kopi, Tyo terlebih dahulu harus membuat sketsa gambar, setelah itu ia menambahkan kopi dalam setiap lukisannya.

Penggunaan lem juga dilakukan agar kopi yang digunakan menjadi lengket pada gambar. Untuk finishing lukisan dipernis untuk menambah hidup gambar.

"Jadi bubuk kopinya harus benar-benar halus. Kalau misal saya nggak sedang minum kopi, saya buat racikan bubuk kopi saya campur dengan air panas. Terus saya tambahkan lem perekat. Agar ketika kering warnanya terlihat netral dan kopi betul-betul bisa melekat. Setelah itu baru dipernis, juga digradasi," jelasnya.

Tyo menjual karyanya itu berkisar Rp 300 hingga Rp 500 ribu. Tergantung dari besar kecilnya lukisan. Kini karya Tyo sudah sampai ke mancanegara dengan Surabaya tempo dulunya. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#lukisan #ampas kopi #Surabaya Tempo Dulu