RADAR SURABAYA - Kebanyakan orang memiliki obat andalan yang mereka cari saat mengalami sakit perut.
Bagi sebagian orang, minuman bersoda—seperti bir jahe dan Coca Cola-- bisa meredakan sakit perut.
Tapi, apakah meminum soda benar-benar ampuh meredakan sakit perut?
Menurut Dr. Pooja Singhal, ahli pencernaan dan juru bicara American Gastroenterological Association, bir jahe minuman bersoda tidak benar-benar ampuh untuk mengatasi sakit perut.
Dikutip dari Yahoo Life, Singhal mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa minuman manis berkarbonasi dapat membantu gejala sakit perut.
Bahkan, dalam beberapa kasus, minuman ini dapat membuat Anda merasa lebih buruk.
“Pengobatan cepat seperti ini tidak banyak membantu mengatasi penyebab sakit perut yang sebenarnya, yang dapat bervariasi mulai dari penyakit refluks gastroesofagus [GERD], kembung akibat sembelit, penyakit maag, atau penyakit kantung empedu,” ujarnya dikutip dari Yahoo Life.
Singhal menambahkan bahwa minuman manis berkarbonasi bahkan dapat memperburuk kondisi tertentu yang sudah ada sebelumnya, seperti Gerd.
Gerd adalah kondisi kronis yang terjadi ketika asam lambung atau empedu mengalir ke kerongkongan dan mengiritasi lapisannya.
“Minuman ini juga dapat menyebabkan erosi gigi dan gigi berlubang,” lanjutnya.
Di sisi lain, Anne Beery, ahli gizi klinis rawat jalan di Ohio State University Wexner Medical Center, menjelaskan bahwa minuman berkarbonasi dan minuman manis juga berpotensi memperburuk rasa mual.
“Karbonasi dapat menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan pada perut bagi sebagian orang,” ungkapnya.
Mengapa banyak orang berpikir bahwa soda dapat membantu meredakan sakit perut?
Singhal mengatakan bahwa secara umum, orang meyakini bahwa gelembung udara kecil dalam minuman berkarbonasi dapat membantu melancarkan pencernaan dan meredakan sakit perut.
Namun penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman manis berkarbonasi tidak memiliki efek pada saluran pencernaan bagian atas.
“Kandungan gula yang tinggi dalam soda merugikan dalam banyak hal,” ingatnya.
Namun, penelitian yang lebih lama menunjukkan bahwa karbonasi dalam air soda biasa--yang tidak mengandung gula--dapat membantu meringankan sakit perut.
Penelitian ini menemukan bahwa orang dengan masalah pencernaan kronis memiliki pencernaan yang lebih baik dan jarang sembelit setelah minum air berkarbonasi selama 15 hari.
“Alasan mengapa bir jahe menjadi obat pilihan mungkin karena fakta bahwa jahe asli dapat membantu melancarkan pencernaan dan membantu mengatasi mual,” ungkap Singhal.
Jahe telah digunakan selama berabad-abad untuk tujuan pengobatan, seperti meredakan mual dan muntah.
Di sisi lain, jahe merupakan bahan utama dalam pembuatan bir soda.
Hal ini membuat orang percaya bahwa soda baik untuk meredakan sakit perut.
Namun, sebagian besar minuman bir jahe yang tersebar di pasaran hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung jahe sama sekali.
Kiat-Kiat Meredakan Sakit Perut
Jika minum bersoda secara teknis tidak ampuh, lalu apa yang bisa membantu meredakan sakit perut?
Para ahli mengatakan ada beberapa cara untuk menenangkan dan mengobati sakit perut.
Di antaranya sebagai berikut:
1.Pilihlah makanan yang hambar
“Menjauhi gorengan, makanan berlemak dan makanan yang sangat asam, serta minuman berkarbonasi dan beralkohol, adalah kunci untuk membantu mengatasi sakit perut,” kata Singhal.
Lebih lanjut, Beery juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan hambar yang mudah dicerna di perut, seperti roti bakar tawar, biskuit, kaldu, nasi, dan pisang.
“Minumlah cairan secara perlahan,” pungkas Beery.
“Cobalah teh yang dibuat dengan jahe asli atau bahkan menghisap permen peppermint,” ungkapnya.
2.Jalan-jalan
Jika perut Anda sakit setelah makan banyak, Singhal mengatakan bahwa berjalan kaki dapat membantu pencernaan.
Berjalan kaki mungkin sangat membantu bagi mereka yang menderita sindrom iritasi usus besar (IBS).
Menurut sebuah penelitian, orang yang berolahraga di atas treadmill selama 30 menit, tiga kali seminggu, mengalami lebih sedikit gejala IBS.
3.Minum obat yang dijual bebas
Obat-obatan yang dijual bebas berikut ini dapat membantu meringankan sakit perut, menurut Singhal dan Beery:
• Gas-X atau produk yang mengandung simetikon melarutkan gas yang berlebihan di dalam perut dan usus, sehingga membantu mengurangi tekanan dan rasa sakit.
• Tablet kunyah kalsium karbonat atau obat maag memberikan bantuan instan dengan menetralkan asam yang meningkat di perut dan mencegah refluks asam.
• Pepto-Bismol dapat membantu mengatasi diare, mual, gangguan pencernaan, gas, bersendawa, dan perut yang terlalu penuh.
Kapan harus mengunjungi dokter saat sakit perut?
Biasanya, sakit perut akan membaik setelah bersendawa atau buang air besar.
Namun, jika tidak, Singhal merekomendasikan untuk menghubungi dokter.
Beery juga menambahkan bahwa Anda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan jika tidak dapat menelan makanan dan cairan atau mengalami pusing, demam, sakit perut yang parah atau gejala lain yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.
“Saya akan menyarankan siapa pun untuk menemui dokter jika gejalanya tidak membaik seiring berjalannya waktu atau sering kambuh, seperti beberapa kali dalam seminggu,” pungkasnya. (nad/opi)
Editor : Nofilawati Anisa