RADAR SURABAYA - Berbagai jenis batik saat ini terus dikembangkan untuk dikenakan sebagai pakaian di zaman modern.
Beragam jenis batik diproduksi dalam berbagai cara, mulai yang menggunakan cating, tulis, hingga celup.
Seperti batik shibori yang berasal dari negeri Sakura, Jepang.
Shibori menggunakan bahan alami berupa daun indigo.
Di Surabaya, batik shibori salah satunya dikembangkan Veni Rosita.
Selain diminati pasar Surabaya, batik shibori buatan Veni Rosita ternyata sudah sampai Singapura hingga Florida, Amerika Serikat.
Rosita mengatakan, batik shibori dengan daun indigo banyak diminati karena keunikannya dengan warna khas biru.
Shibori buatan Rosita itu sudah dibuat sejak 2017 lalu.
Ia juga mengembangkan niu shibori yang mempunyai keunikan tersendiri dalam proses pembuatan.
"Kami juga kembangkan shibori dengan niu shibori artinya mengembangkan pembuatan shibori jarum dan benang yang dijahit. Nah, ini yang beda dari biasanya yang hanya dicelup saja lalu dipola. Tapi kami selain mencelup dan dengan teknik dijahit juga," tutur Rosita, Selasa (6/2).
Shibori berasal dari kata shibori yang merupakan teknik pewarna kain dengan mengandalkan ikatan dan celupan.
Lebih lanjut Rosita menjelaskan untuk membuat shibori diawali dengan cara menggambar motif di atas kain.
Kemudian motif dijahit menggunakan teknik jelujur.
"Untuk proses jelujur sendiri bisa butuh waktu yang cukup lama. Bisa sampai satu hingga tiga minggu tergantung dari lebar kain dan motif yang digambar," terangnya.
Setelah itu benang yang sudah dijelujur ditarik menggunakan alat khusus untuk menghasilkan ikatan yang kuat.
"Kain yang sudah diikat, kemudian dicelupkan pada pewarna alami memakai bahan dari tumbuhan indigo. Cara ini dilakukan berulang kali hingga warna kain berubah menjadi biru," imbuhnya.
Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah itu memproduksi batik shibori di toko sekaligus galeri yang berada di kawasan Citraland, Surabaya Barat.
Di lantai bawah untuk produksi, sedangkan di lantai dua terdapat galeri tempat Rosita memajang karya untuk dijual.
Rata-rata produksi shibori yang sudah dibuat oleh Rosita bermotif bunga dan gambar burung.
Dengan brand Rosita Batik Shibori selain menghasilkan kemeja, busana wanita maupun pria, ia juga memproduksi lembaran kain, tas, topi hingga aksesoris yang unik lainnya.
"Selain diminati dari dalam negeri. Biasanya ada pesanan dari Singapura dan Florida," ujar desainer tersebut.
Ia juga menyebut batik shibori buatannya itu tidak hanya digandrungi oleh wanita, namun juga pria yang saat ini senang dengan batik shibori untuk kemeja.
"Sekarang pria juga banyak yang menggunakan batik shibori. Jadi produksi untuk kemeja pria juga meningkat," jelasnya.
Karya Rosita Batik Shibori ini dibadrol mulai harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah per pieces. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa