SEBAGIAN besar dari kalian pasti pernah menggunakan kantong plastik sebagai wadah untuk membawa barang belanjaan.
Akan tetapi kalian tidak sadar bahwa penggunaan kantong plastik sangat mencemari lingkungan karena bahan plastik sulit terurai.
Menerapkan hidup ramah lingkungan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan sebab itu sama saja dengan fokus pada perilaku yang berkaitan dengan menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar kalian.
Perilaku tersebut berarti meminimalisir emisi karbon dan sampah dari kegiatan yang kalian dilakukan sehari-hari nya.
Ada beberapa tips yang bisa kalian coba guna menerapkan hidup ramah lingkungan, yang terntunya bermanfaat bagi kesehatan dan ekosistem sekitar, simak penjelasanya:
Membawa Botol Pribadi
Setiap tahun, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik, menurut World Economic Forum (WEF).
Jika konsumsi tidak diatur, sampah plastik dari Indonesia diprediksi akan terus bertambah. Plastik merupakan jenis sampah yang paling umum ditemukan di laut, dan sulit untuk terurai, sehingga dapat merusak ekosistem laut.
Oleh karena itu, penting untuk mengurangi sampah plastik sebanyak mungkin. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membawa botol minum sendiri dari rumah, sehingga tidak perlu membeli air kemasan.
Dengan cara ini, Anda juga bisa menghemat biaya sekitar 2500-3000 rupiah untuk setiap botol air mineral yang tidak dibeli.
Selain itu, mengurangi pembelian kopi di luar dengan membuatnya sendiri di rumah menggunakan tumbler favorit atau membawa botol air minum saat berada di luar juga dapat membantu mengurangi sampah plastik.
Gunakan Tas Belanja Kain
Saat berbelanja di toko, lebih baik tidak meminta kantong plastik jika Anda masih mampu membawa barang-barang tersebut.
Untuk belanja bulanan, bawalah kantong belanja berbahan kain atau karton, alih-alih mengandalkan kantong plastik dari kasir yang hanya akan menambah jumlah sampah.
Selain itu, Anda dapat menghemat uang sebesar Rp200-300 setiap kali berbelanja di supermarket.
Penting untuk menggunakan tas belanja berbahan kain yang bisa digunakan berulang kali.
Namun, hindari mengumpulkan terlalu banyak tas kain karena produksinya juga dapat berdampak negatif pada lingkungan.
Lebih baik miliki satu tas belanja serbaguna dan bawa ke mana pun anda pergi.
Naik Transportasi Umum, Bersepeda, atau Jalan Kaki
Berjalan kaki dan bersepeda merupakan pilihan mobilitas yang ramah lingkungan. Kedua aktivitas tersebut juga dapat membantu mengurangi polusi udara, mengingat kontribusi transportasi terhadap karbon dioksida mencapai seperempat.
Bersepeda juga merupakan alternatif olahraga yang ramah lingkungan dan tidak memerlukan bensin.
Jika tujuan Anda hanya ke warung atau supermarket di kompleks, cobalah untuk berjalan kaki alih-alih menggunakan motor.
Langkah kecil ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Selain itu, emisi gas rumah kaca di Indonesia diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2030. Menurut Climate Transparency, sebagian besar emisi berasal dari sektor listrik (36 persen), industri termasuk pembuatan kendaraan bermotor (31 persen), dan transportasi (27 persen).
Emisi karbon yang tinggi di Indonesia dapat berdampak buruk pada lapisan ozon dan menyebabkan pemanasan global.
Salah satu cara untuk membantu mengurangi emisi karbon adalah dengan menggunakan kendaraan umum.
Ganti Peralatan yang Ramah Lingkungan
Penggunaan peralatan makan berbahan kayu atau stainless steel memiliki keunggulan dibandingkan dengan bahan plastik.
Wadah makanan plastik, seperti BPA, mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Anda dapat beralih menggunakan wadah makanan dan botol minum berbahan stainless steel.
Meskipun harganya lebih tinggi, wadah berbahan stainless steel lebih tahan lama dan aman bagi kesehatan. Anda juga dapat menggunakan piring dari kayu atau mangkok dari batok kelapa.
Menghemat Listrik
Cara mengurangi emisi karbon bisa dilakukan dengan menghemat listrik, mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan AC secara bijak, dan mengurangi penggunaan handphone.
Tanpa disadari, seseorang mungkin menghabiskan sehari-harinya dengan menggunakan ponsel pintar favoritnya hingga baterainya habis.
Bahkan saat pengisian daya dilakukan, pengguna masih terus menggunakan ponsel tersebut, yang sebenarnya dapat mengganggu proses pengisian baterai. Kebiasaan sederhana ini tanpa disadari dapat menyebabkan peningkatan emisi karbon yang tidak perlu.
Memulai untuk menggunakan listrik secara bijak dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar adalah bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
Itulah tadi beberapa cara yang bisa kalian coba untuk menerapkan hidup ramah lingkungan, kalian bisa menemukan berbagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!. (mg2/sat/jay)
Editor : Jay Wijayanto