SURABAYA - Puluhan perupa tengah mengamati model yang menggunakan baju adat khas Madura yang biasanya digunakan untuk tari Geleng Ro’om berwarna merah.
Goresan kuas terus dilakukan oleh para perupa dengan mulai menggores wajah hingga baju yang dikenakan model.
Setiap perupa mempunyai gaya melukis, ada yang hanya melukis close up wajah model, ada yang juga keseluruhan.
Waktu pun tak lama, hanya membutuhkan sekitar 25 menit para perupa sudah mulai tampak menjadikan model tersebut dalam sebuah lukisan yang menarik.
Menurut ketua pelaksana melukis on the spot, Budi Bi, sebagai perupa wajib untuk mengangkat dan melestarikan budaya tradisional agar masyarakat mengetahui beragam budaya yang dimiliki oleh masyarakat lewat goresan kuas dalam sebuah karya lukisan.
"Kali ini kami mengangkat Madura karena selain dekat dengan Surabaya, budaya Madura sangat melekat terutama banyak makna di setiap kulur seperti baju adat yang digunakan untuk menari Geleng Ro’om," kata Budi Bi, Minggu (28/1).
Melukis on the spot yang digelar Minggu sore di sebuah hotel di kawasan Plaza Boulevard, Pemuda itu diikuti sekitar 25 perupa dan seniman yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Melukis on the spot menurut Budi Bi merupakan hal yang langka dalam menangkap momen karena model lukisan adalah manusia yang tidak bisa lama berdiam, berbeda dengan benda. "Jadi kita sebisa mungkin bisa menangkap momen," tuturnya.
Ia juga mengikuti lukisan on the spot, banyak tantangan yang dilakukan oleh perupa ketika tengah melukis on the spot. Salah satunya durasi, selain itu kepekaan perupa dalam menangkap momen.
"Yang terpenting mereka bisa bebas melukis mengekspresikan sesuai dengan kreasinya," ungkapnya.
Model lukisan tersebut adalah Yuniar, seorang penari Geleng Ro'om. Tarian tersebut menceritakan tentang perempuan Madura yang gemar mengenakan gelang sejak zaman dulu. Semakin banyak gelang yang dikenakan, menunjukkan kelas sosial dari orang tersebut.
Gelang itu mempunyai filosofi sebagai pemacu semangat bekerja bagi orang Madura hingga merantau ke berbagai daerah lalu mengumpulkan jerih payahnya.
Selain melukis on the spot, dalam acara tersebut juga digelar melukis kaligrafi China dengan tema naga kayu. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto