SURABAYA - Di tangan Juki Santoso, sak semen yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan untuk membuat wayang. Tak hanya itu, ia juga terampil dalam membuat wayang dari bahan kardus. Bahkan wayang kardus dan sak semen itu sudah mendunia sampai ke Texas.
Proses yang dibutuhkan dalam satu pembuatan wayang yang dimulai dari merendam kardus maupun sak semen, mencetak hingga penataan ornamen tokoh pewayangan mencapai 10-15 hari.
Ia mengklaim karya wayang buatannya itu hampir menyerupai wayang kulit. "Kalau sama wayang kulit beda tipis. Keawetannya wayang yang saya buat ini mencapai 90 persen," ujar Juki, Selasa (3/10).
Juki mulai membuat wayang itu sejak kecil, karena kecintaannya terhadap wayang. Ia mulai membuat dari kardus, karena banyak diakui dan tertarik wayang buatan Juki akhirnya ia
fokus pada pembuatan wayang itu sampai berinovasi membuat dari bahan sak semen. "Wayang kardus ini memang belum digunakan untuk dalang nasional, hanya dalang lokalan saja," terang pria asal Kabupaten Kediri ini.
Juki menjual wayang tersebut seharga Rp 600-800 ribu, berbeda dengan harga wayang kulit yang mencapai jutaan rupiah. Sudah ribuan wayang dari berbagai ketokohan yang sudah dibuat dari bahan-bahan tersebut. "Wah sudah ada ribuan yang saya bikin," ujarnya.
Juki merupakan salah satu seniman yang berbakat dan konsisten. Tak banyak seniman seperti dirinya. Selain membuat karya seni wayang sak semen yang indah, Juki juga membawa pesan tentang lingkungan.
Dimana dia memanfaatkan barang bekas dan mendaur ulangnya menjadi benda seni yang indah dan bernilai jual. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto