Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ketika Batik Jawa Timuran Berpadu dengan Nuansa Aborigin dan Korea

Jay Wijayanto • Selasa, 3 Oktober 2023 | 22:04 WIB
PERPADUAN BUDAYA: Model mengenakan busana batik karya desainer Embran Nawawi yang memadukan nuansa aborigin dan sutra dari Gyongnam, Korsel. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
PERPADUAN BUDAYA: Model mengenakan busana batik karya desainer Embran Nawawi yang memadukan nuansa aborigin dan sutra dari Gyongnam, Korsel. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dua batik indentitas Jawa Timur, Pamekasan dan Probolinggo dikombinasikan dengan motif busana Perth Australia dan Gyongnam Korea Selatan (Korsel) sangat langka dilakukan. Namun ditangan desainer Embran Nawawi, dua batik tersebut berhasil dikombinasikan.

Embran mengatakan, batik Pamekasan dengan motif flora fauna Australia Barat tersebut dikombinasikan dengan gaya aborigin dengan perpaduan bebatuan aksesoris serta rambut model dikepang mencerminkan kehidupan suku Aborigin yang berpindah-pindah.

"Batik itu mempunyai nama potehan kambarang yang sketasanya dirancang oleh Cassandra Lee. Saya kira ini kombinasi yang reel dan langka," kata Embran, Senin (2/10).

Koleksi busana batik Embran ini dibuat untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh 2 Oktober ini. Ia melihat batik merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan.

Tak hanya itu, Embran juga berhasil mengeluarkan desain batik Mojopahit Probolinggo dengan kombinasi kain sutra dari Gyongnam, Korsel.

Menurutnya, sutra dari Korea itu sangat ekslusif dan terbaik. Apalagi, makna dari batik Probolinggo syarat dengan filosofi sejarah yang melekat.

Dimana peninggalan motif Mojopahit, Sang Patih Gajah Mada pernah melintas di Probolinggo untuk menuju ke Pulau Dewata.

"Jadi sangat klop antara sejarah dengan kombinasi eksklusivitas sutra jinju yang merupakan busana tradisional Korea," terangnya.

Ia juga menggandeng beberapa perajin batik dari daerah lain seperti Banyuwangi, Sumenep, Tuban dan Lamongan yang juga mempunyai karakteristik batik kedaerahan.

"Saya mengajak kolaborasi juga dengan teman-teman UMKM di daerah yang jarang tersentuh oleh pemerintah," ujarnya.

Kecintaan Embran kepada batik dimulai sejak awal tahun 1990-an dengan belajar membatik di sebuah gang di Malioboro Yogyakarta dan dilanjutkan menjadi designer batik. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#Batik #aborigin #jawa timuran