SURABAYA - Melukis dengan menggunakan teknik batik memang jarang dijumpai. Karena membatik lebih identik dengan busana atau kemeja batik.
Namun ditangan seniman lukis batik, Agus Miki Prasetyo, sebuah kain bisa dibuat pola gambar berbagai macam dengan sebuah canting batik.
Ia pun menampilkan puluhan lukis batik di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Kamis (28/9).
Karya lukis batik Agus Miki yang dipamerkan berkisah tentang krisis iklim yang dialami di Indonesia.
Seperti kebakaran hutan Sumatera yang merusak ekosistem hutan, pembangunan PLTU di Bali yang berdampak sosial, kesehatan hingga lingkungan hingga pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah yang dirasa mengesampingkan kelestarian dan keberlangsungan alam.
"Jadi yang yang saya pamerkan (lukis batik) adalah hasil investigasi saya bersama Greenpeace (organisasi lingkungan) dengan mengusung tema krisis iklim," kata Agus Miki.
Bahkan ada karya Agus Miki yang menggambarkan secara global kondisi alam Indonesia yang dituangkan dalam kain berukuran panjang, yang terlihat di pintu masuk.
Menurutnya, teknik melukis batik berbeda dengan teknik melukis di kanvas. Tentu agak ribet namun menghasilkan karya yang bagus.
Selain membuat sketsa gambar atau pola di kain dengan menggunakan canting, kemudian memberikan warna, lalu harus difiksasi dan terakhir harus ditutup dengan menggunakan warna lilin yang sudah dicelupkan dan direbus beberapa menit.
"Jadi tekniknya berbeda. Orang yang bisa membatik pasti bisa melukis, namun orang yang bisa melukis belum tentu bisa membatik," ujar lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bisa menghargai batik yang merupakan warisan budaya leluhur. Bahkan saat pameran digelar ia juga menyelenggarakan workshop lukis batik.
Salah satu peserta workshop, Ima menuturkan, tujuannya mengikuti workshop batik untuk lebih tahu dan belajar dalam membuat lukisan. Karena selama ini ia penasaran dengan cara melukis menggunakan teknik batik.
"Ya saya suka batik. Biasanya batik dipakai saja, tapi kalai ini agak beda ternyata bisa digunakan lukisan. Makanya saya belajar, kalau bisa ya dibuat karya lukis batik," ujar Ima. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto