Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Blockbuster Museum Surabaya Jadi Surga Pecinta Film

Jay Wijayanto • Jumat, 4 Agustus 2023 | 22:19 WIB
PIONIR: Anton Lomewa pendiri Blockbuster Museum Surabaya di depan pintu masuk museum. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)
PIONIR: Anton Lomewa pendiri Blockbuster Museum Surabaya di depan pintu masuk museum. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan, Surabaya banyak memiliki lokasi bersejarah yang sudah dijadikan museum. Seperti Museum Tugu Pahlawan, Museum HOS Tjokroaminoto dan Museum Bank Indonesia (Javasche Bank). Selain untuk menyimpan peninggalan bersejarah, museum yang ada di kota ini juga memberikan edukasi bagi generasi muda.

Namun, Blockbuster Museum Surabaya menjadi museum yang berbeda daripada museum yang sudah ada di Surabaya selama ini. Berdiri sejak tahun 2019, Blockbuster Museum Surabaya menyimpan banyak koleksi pop culture dari dunia perfilman.

Uniknya museum yang ada di Jalan Kenjeran No. 463-465 Surabaya ini menjadi satu dengan toko peralatan kebutuhan rumah tangga Kitchen Ware. Museum ini terletak di lantai dua.

Blockbuster sendiri merupakan istilah untuk menyebut film-film yang sangat populer dan sukses secara komersial. Adanya museum Blockbuster berawal dari hobi Anton Lomewa, selaku pendirinya yang mencintai dunia pop culture khususnya perfilman.

DIORAMA: Adegan di film Terminator 2 saat T-1000 mengejar T-800 (Arnold Schwarzenegger). (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)
DIORAMA: Adegan di film Terminator 2 saat T-1000 mengejar T-800 (Arnold Schwarzenegger). (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)

“Berawal dari teguran saudari saya karena terlalu banyak koleksi yang memakan space di rumah, beberapa tahun kemudian saya memiliki pikiran untuk membangun sebuah museum dari koleksi saya ini,” ujarnya, Kamis (3/8).

Dalam museum Blockbuster ini terdapat berbagai action figure, live size action figure, properti film, dan diorama (set adegan film) yang disimpan dalam rak-rak kaca.

“Meskipun display-nya rata-rata menggunakan mainan, kita tidak mau koleksi di museum ini hanya berisi lemari dan barang yang diberdirikan. Kita decor-nya benar-benar sesuai dengan adegan di film. Karena itu, proses pembuatan diorama ini memakan waktu sekitar satu minggu sampai dua bulan,” jelasnya.

Anton bercerita, proses pembuatan museum ini cukup panjang. Yakni memakan waktu sekitar 3,5 tahun untuk menyiapkan dan menata segala koleksi yang akan disajikan. Sebab, ia ingin penyajian serta fasilitas pada museum ini dapat memanjakan sekaligus memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Karena saat mengunjungi museum ini, pengunjung bisa flashback ketika melihat koleksi atau diorama yang ada sehingga teringat akan scene film yang pernah ditonton. Contohnya seperti diorama yang mengambil salah satu scene di film Terminator 2 saat karakter T-1000 (Robert Patrcik) mengejar T-800 (Arnold Schwarzenegger).

Dia menyebutkan jika setiap bulan pasti ada setidaknya satu koleksi baru yang akan dipajang dalam museum. “Sementara ini kita mendapatkan beberapa koleksi dari Jepang dan Amerika, karena secara perfilman mereka lebih mendunia sehingga cukup mudah untuk mendapatkan action figure-nya,” tutur Anton.

Karakter dari film animasi One Piece. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)
Karakter dari film animasi One Piece. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)

Anton mengatakan bahwa dia ingin ketika pengunjung datang di Blockbuster Museum Surabaya benar-benar bernostalgia dengan adegan-adegan film yang pernah mereka tonton.

“Rata-rata pengunjung di sini adalah keluarga. Saya banyak sekali menyaksikan pasangan suami istri membawa anaknya, mereka mengaku excited” katanya.

Namun tak hanya pengunjung dari lokal, Blockbuster Museum ternyata juga jadi jujugan pengunjung dari mancanegara. “Museum kami juga dikunjungi tamu dari berbagai negara seperti Korea, Jepang, Filipina, Brunei, Malaysia, Singapore,” sebutnya.

Mereka mengetahui keberadaan Blockbuster Museum ini melalui brosur digital maupun cetak yang disiapkan pengelola museum menggunakan Bahasa Inggris. Kemudian lewat promo di media sosial untuk menghadirkan pengunjung dari berbagai negara.

Anton mengatakan, sebelum pandemi covid-19, museum buka setiap hari mulai Senin-Minggu. Setelah pandemic, pihaknya hanya buka di hari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Tarif tiket museum ini pada hari Kamis Rp. 50.000. Sedangkan pada hari Jumat-Minggu mulai dari Rp. 60.000 – Rp. 80.000.

Seperti halnya jadwal nonton bioskop ada paket hemat (pahe), museum ini juga menentukan hari Kamis sebagai hari spesial. Yakni dengan adanya Pak Mamat (Paket Masuk Hemat) dimana tiket masuk museum sudah termasuk dengan paket makan. Tujuan adanya Pak Mamat ini agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi.

Anton pun punya mimpi ke depan Blockbuster Museum Surabaya dapat menyajikan lebih banyak koleksi serta diorama dari berbagai film. Dia juga memiliki target untuk mengajukan koleksi diorama di museumnya ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Saya mau punya 500 – 1.000 diorama nantinya. Saya juga berharap suatu saat nanti Blockbuster Museum ini bisa ada di kota lain (buka cabang),” imbuhnya. (mg1/ind/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#anton lomewa #blockbuster museum surabaya #museum film #museum action figure