SURABAYA - Wastra nusantara tengah bangkit di sektor fashion. Penggunaannya cukup populer dengan kombinasi warna yang tepat. Salah satunya adalah koleksi ready to wear yang menyasar usia muda.
Desainer Aura Afilia mengusung tema Cathera. Itu bermakna revolusi dalam seni. Dia mengambil judul itu dari bahasa Latin. "Ini seri terbaru kita," ujarnya, Senin (31/7).
Inspirasi koleksinya itu berasal dari makna itu. Selain itu, dia terinspirasi dari fashion catharsis era. Dengan menempatkan detail fashion pada poin tertentu. "Rancangan ini detail kuatnya berada di pinggang dan pundak," jelasnya.
Busananya itu menampilkan perpaduan yang seimbang. Yaitu pemilihan bahan dan warna. Aura menggunakan motif kain batik Sragen. "Warna-warna ini dipilih karena saat ini sedang banyak diminati," paparnya.
Dia menyebut sebagai warna alam. Antara lain biru, cokelat, dan krem. Kombinasi semua unsur itu menciptakan kesan tangguh, elegan, dan anggun. "Warna yang bold dan tegas namun tetap berkarakter sesuai dengan pesan dalam series ini," ungkapnya.
Aura menampilkan beragam potongan. Karya ready to wear eksklusif itu berupaya menciptakan tren baru. Yakni, membangkitkan wastra nusantara menjadi sebuah gaya hidup generasi muda. "Mulai outer, atasan, bawahan, hingga dress. Koleksi ini lebih etnik, eye catching, bahkan menarik," terangnya.
Tak ada tantangan yang menyulitkannya. Dia cukup mahir untuk mengolah wastra nusantara sejak debut pertamanya pada 2021 lalu. Potongan asimetris dan geometris menjadil andalannya. "Kain batik memiliki filosofi pada tiap detail dan motif. Ini perlu diperhatikan selama proses pembuatan," bebernya.
Jenis potongan itu memberikan kesan trendi. Sehingga koleksi ini cocok digunakan dalam keseharian hingga acara formal. Targetnya adalah dari usia 20 hingga 35 tahun. "Karena range usia itu cukup energik dan semakin memancarkan makna busana ini saat digunakan," imbuh Aura. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto