SURABAYA - Unit Kegiatan Mahasiswa Communication Photography Club (UKM Ciphoc) salah satu kampus swasta di Surabaya Timur ini menggelar pameran Fotografi Analog, Rabu (12/7) lalu. Kali ini mengusung tema AMPUH 'Analog Menolak Punah'. Dalam pameran ini menampilkan puluhan foto karya mahasiswa.
Ketua pelaksana Adrianus Masang Maran menjelaskan, UKM Ciphoc merupakan UKM yang masih merawat dan menjaga tradisi menggunakan kamera analog dan mengemasnya menjadi mahakarya dalam pameran. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menolak akan kepunahan kamera analog di era digitalisasi yang semakin pesat.
“Fotografi analog merupakan fotografi yang menggunakan media roll film untuk merekam subjek dan diperkenalkan pada tahun 1980-an lalu populer pada zaman itu. Pada era modern ini fotografi analog seolah mengalami kemunduran karena adanya kamera digital yang lebih canggih dan tanpa ada batasan penyimpanan file foto dibandingkan analog,” ungkapnya.
Foto-foto yang disajikan tidak terlepas dari kreativitas yang berasal dari keresahan pameris dalam kehidupan sosial maupun diri sendiri yang diinterpresentasikan melalui karya foto analog.
Terdapat juga salah satu karya foto dari salah satu pameris Putri Yeza sebagai foto Master Piece pada pameran kali ini yang menuangkan visual berupa kamera analog yang di-double exposure dengan pistol mengartikan bahwa analog merupakan senjata yang masih mampu menyampaikan pesan melalui fotografi.
Pameran Fotografi AMPUH ini menampilkan 25 mahakarya foto analog dengan empat pameris angkatan 2021, terdiri dari Adrianus Masang Maran, Reza Nugraha, Andika Setiyadi, dan Putri Yeza. Pameran Fotografi Analog ini akan diselenggarakan dari 10-15 Juli 2023. (sur/nur)
Editor : Jay Wijayanto