Ketua Surabaya Pahlawan Jazz, Indah Kurnia menggelar pagelaran musik jazz. Dia mengusung tajuk Jazz Tanjung Perak. Agenda itu memiliki latar yang berbeda. "Secara umum, Jazz Tanjung Perak ini diselenggarakan di North Quay Gapura Surya," ujarnya, Kamis (8/6).
Indah menawarkan pilihan untuk penikmat jazz di Surabaya. Agenda itu terbagi dua lokasi. Katanya, terdapat lokasi outdoor dan indoor. "Lokasi luar langsung berhadapan dengan laut dan kapal-kapal yang bersandar itu," katanya.
Festival musik ini adalah agenda tahunan. Kendati sempat terhenti karena pandemi selama tiga tahun. Penampilan terakhir di lokasi yang sama pada 2019 lalu. "Karena sempat ditiadakan cukup lama, tahun ini kami membawa lebih banyak pemain dari berbagai daerah," ucapnya.
Upaya itu adalah bentuk apresiasi pada seniman. Selain itu, mewadahi seniman lokal supaya tetap eksis. Karena, Indah menilai, agenda ini cukup bergengsi. "Tidak hanya Jatim, kami merangkul seniman luar Jatim juga," katanya.
Pertunjukan itu terbagi dua sesi. Pada outdoor menampilkan Fusion Jazz Community, Anbiya Nawfal berkolaborasi dengan Jazzversity, CTwoSix, Winterbreeze, Jazzngisoringin asal Semarang, The Skuy, dan Kopi Jazz asal Kediri.
Sedangkan, sisi indoor menyajikan penampilan dari seniman luar Jatim. Yakni, Aditya Ong Quartet asal Solo, Victor n Friends, Syifa n friends asal Yogyakarta. Selain itu, SshhiBuea n Sshhocial Klabb dari Jakarta. "Ada pemain dari Surabaya yaitu One Rhythm, Harun & Friends, Kartabaya," urai Indah.
Dia berupaya mengembalikan Kota Pahlawan sebagai pusat musik tanah air. Karena telah melahirkan musisi jazz legendaris. Di antaranya adalah Tiny Cordex, Bubi Chen, hingga Mariono.
"Sejarah perkembangan musik di Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak dipercaya menjadi jalan masuknya musik jazz oleh musisi Eropa ke Indonesia. Karena itu Surabaya Pahlawan Jazz akan tetap melestarikan Tanjung Perak Jazz,” tegasnya.
Acara itu sukses menjadi magnet. Antusiasme musisi hingga penikmat musik cukup positif. Katanya, jumlah kursi terisi penuh. "Sejak lahir empat tahun lalu masih eksis meskipun diterpa pandemi," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya, lokasi itu telah menjadi daya tarik yang kuat. Sehingga dengan kemasan pagelaran musik jazz ini mendorong imbas yang positif. Indah pun memberikan pertunjukan spesial di area outdoor.
"Ada artis senior Ermy Kullit yang diiringi Surabaya All Star. Ada juga Stone Cold Killers dari Bali sebagai performance penutup," imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator