Itang menamai New Heritage untuk seluruh koleksi yang dipamerkan. Artinya, memberikan sentuhan baru untuk warisan budaya yang ditetapkan oleh UNESCO itu. “Digabung dengan beberapa unsur motif tenun Indonesia,” ujarnya.
Itang menyebutkan, koleksinya dalam bentuk dress dan tunik. Agar tetap trendi, dia memilih bohemian style. Selain itu, dia mampilkan siluet busananya mengikuti piccline dan juga oversizes. “Agar tidak monoton. Memberi perspektif baru ke masyarakat soal batik,” terangnya.
Itang menggunakan bahan katun, polyrayon, dan organza. Dia menambahkan motif batik Indonesia seperti parang, kawung, bunga hokokai, dan truntum. “Kita pakai teknik digital print,” ungkapnya.
Dia memilih motif batik bunga-bunga. Katanya, berasal dari Jawa Timur. Untuk menyegarkan mata, Itang menekankan pada motif bunga yang lebih besar. “Memberikan sesuatu yang berenergi,” ungkapnya.
Selain itu, menurutnya, motif bunga-bunga menjadi tren tahun depan. Dia memprediksi warna fashion pada 2023 akan bergeser. “Akan lebih berani,” tegasnya.
Untuk kelima belas koleksinya, dia memilih warna-warna yang lebih terang. Karena dua tahun terakhir, warnanya seputar dusty pink dan biru. Saat ini, dia memberikan warna baru. Yakni, merah, hijau, marun, terakota, abu, cokelat, dan putih. “Untuk hijau saat ini menggantikan warna hitam,” ungkap desainer 63 tahun itu.
Itang menambahkan, saat ini tren permintaan dress dan tunik cukup baik. Namun, dia tidak menutup keran untuk membuat koleksi gaya blues dan jaket. “Segmen pasarnya juga ada dan memiliki porsi sendiri,” imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator