Pameran ini mengangkat tema ‘POPulasi’. para pelukis menampilkan berbagai karya yang menarik tentang populasi, mulai dari manusia hingga hewan. Berbagai objek penuh makna ditampilkan para seniman sebagai gambaran akan populasi.
Beberapa karya yang ditampilkan para seniman seperti lukisan dengan objek Presiden Joko Widodo yang sedang menyapa kepada masyarakat, lalu ada lukisan dengan objek wanita dengan amplop coklat dan raut muka sedih. Selain itu ada pula lukisan yang menggambarkan gerbong kereta yang penuh sesak dengan penumpang.
Salah satu pelukis, Andreanus Gunawan mengatakan, karya lukisan dari para seniman ini bercerita tentang populasi dengan sudut pandang masingmasing pelukis. Dimana sebagian dari karya yang dipamerkan menggambarkan dampak dari populasi, yakni kepadatan atau pertumbuhan penduduk, perekonomian, tindak kejahatan dan lain sebagainya.
“Karena itu saya menampilkan sebuah karya tentang kepadatan penduduk di Surabaya dan kota-kota besar lainnya,” kata Andreanus.
Seniman dari Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) Chapter Surabaya ini menuturkan, kota besar selalu identik dengan kepadatan penduduk dan segala masalah yang menyertainya. Akan ada sejuta makna dan pesan jika kondisi tersebut dibingkai dalam karya lukis.
Andreanus menuturkan, tak hanya objek dan pesan yang ingin disampaikan yang menarik dalam suatu karya, akan tetapi pemilihan media juga member nilai tersendiri, seperti media cat air di atas kertas yang member sentuhan keunikan dan keasyikan tersendiri.
Hal ini karena tekniknya cukup sulit dan banyak tantangannya ketika menggunakan media cat air. Selain itu masih banyak orang yang kurang tahu dan mengenal cat air, karena kalah populer dengan cat minyak atau akrilik.
Padahal cat air tidak kalah hebat dengan media-media lukis lainnya. “Untuk itu, kami ingin mengenalkan teknik lukis cat air kepada masyarakat, karena tidak kalah dengan seni lukis yang lainnya,” ucapnya. (jar/nur) Editor : Administrator