Michele menuturkan, untuk tema besarnya Fantasy World yang menonjolkan elemen air. Jadi untuk penggunaan warna-warna lebih ke arah cerah yaitu warna biru dan ungu yang identik dengan air.
Untuk ide mengambil elemen air ini ditampilkan dalam siluet yang berbentuk air. Bahan yang digunakan untuk aksesoris daur ulang ini mulai dari botol besar, sedang dan kecil. "Untuk mendukung tampilan busana agar terlihat menarik dan unik di tambahkan make up yang sesuai," ujar Michele di salah satu hotel di Surabaya, Selasa (28/6).
Untuk cutting-nya berupa bodysuit one piece dan two pieces. Sebagian besar busana berpotongan kemben dengan warna pink, merah, krem dan biru yang dipermanis dengan detail dan aksesoris dari botol bekas. Ada yang dibentuk bunga, ganggang, sayap hingga tetesan air.
"Untuk bahan sayap dari sampah-sampah botol plastik yang sudah tidak bisa dipakai untuk aksesoris. Kemudian sampah botol plastik dibakar untuk bahan sayap," imbuh siswa salah satu sekolah fashion ini.
Dalam karyanya ini, Michele membawa pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat umum. Michele berharap orang-orang lebih bisa menyadari mengenai pentingnya menjaga bumi dari sampah plastik, khususnya mereka yang bekerja di dunia fashion.
"Karena keadaan bumi saat ini semakin parah setiap tahun. Jadi mulai sekarang kita bisa memulai dari diri kita sendiri," ungkapnya. (jar/nur) Editor : Administrator