Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Banjir Gresik Lumpuhkan Jalan Poros Driyorejo, Polisi dan Damkar Evakuasi Kendaraan Terjebak

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:52 WIB
Petugas Damkarla Gresik saat mengevakuasi kendaraan yang mogok akibat najir di kawasan Sumput, Gresik. (IST/RADAR GRESIK)
Petugas Damkarla Gresik saat mengevakuasi kendaraan yang mogok akibat najir di kawasan Sumput, Gresik. (IST/RADAR GRESIK)

RADAR SURABAYA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gresik bagian selatan pada Senin (16/3) malam memicu banjir parah di Kecamatan Driyorejo. 

Jalan poros strategis yang menghubungkan Desa Driyorejo dan Desa Sumput terendam air hingga setinggi 60 sentimeter. Kondisi ini membuat arus lalu lintas lumpuh total dan menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan.

Luapan air terjadi setelah hujan mengguyur selama tiga jam, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. 

Baca Juga: Penitipan Hewan di Surabaya Ramai Jelang Lebaran, Pemilik Tak Perlu Khawatir Bisa Pantau Melalui HP

Debit air besar kiriman dari Desa Sumput, Tanjungan, dan Mojosarirejo membuat saluran gorong-gorong menuju Kali Afur atau Kali Tengah tidak mampu menampung volume air. Akibatnya, genangan meluas hingga dua kilometer di sepanjang jalan poros.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, menjelaskan bahwa ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter. 

“Debit air yang tinggi dari desa-desa sekitar membuat saluran air meluap hingga menggenangi jalan poros penghubung Desa Driyorejo dengan Desa Sumput. Ketinggian air mencapai 60 sentimeter sehingga sangat mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya saat memantau situasi, Selasa (17/3).

Baca Juga: Ledakan Masjid Raya Pesona Jember, Polda Jatim Temukan Bahan Kimia di Lokasi

Karena genangan cukup dalam dan arus air kuat, kendaraan besar seperti truk dan tronton, mobil pribadi, hingga sepeda motor dilarang melintas. 

Polisi bersama pihak terkait disiagakan di lokasi untuk memberikan imbauan serta mengarahkan pengendara menggunakan jalur alternatif yang lebih aman. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik banjir.

Kompol Musihram menegaskan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan. 

Baca Juga: Jadwal KAI Commuter Lebaran 2026 Surabaya Dibuka: 50 Perjalanan per Hari, Kapasitas 34 Ribu Penumpang

“Anggota kami tetap berjaga di lokasi guna memastikan keamanan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas. Kami imbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik turun tangan melakukan evakuasi dramatis terhadap dua kendaraan yang terjebak banjir di Jalan Sumput No. 11, Dusun Karanglo. 

Perwira piket Damkarla, M. Nurul Haqqi, mengatakan pihaknya menerima laporan darurat melalui Command Center 112, Senin sekitar pukul 20.16 WIB.

 “Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi mobil milik warga agar tidak rusak lebih parah. Kami juga menarik satu unit truk yang terhenti di tengah genangan untuk mengurai kemacetan,” jelasnya.

Baca Juga: Persiapan KBS Sambut Libur Lebaran Warga Surabaya, Hadirkan Artis Pantura hingga Reog Ponorogo

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena hujan masih turun deras dan antrean kendaraan menumpuk di belakang lokasi. 

Enam personel Damkarla dikerahkan dengan dukungan mobil rescue dan mobil semprot. Evakuasi selesai sekitar pukul 22.15 WIB setelah kondisi dinyatakan aman.

Seorang warga bernama Rizal menjadi salah satu korban yang kendaraannya terjebak. Mobil Toyota Avanza putih miliknya mogok di tengah genangan saat melintas di kawasan Pasar Sumput. 

Baca Juga: Sewa iPhone di Surabaya Makin Laris Jelang Lebaran, Segini Tarif Per Tiga Jamnya 

Ia segera menghubungi layanan darurat 112 untuk meminta bantuan. Beruntung, mobil berhasil ditarik keluar sehingga tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.

Tidak hanya mobil pribadi, sebuah truk pengangkut barang juga terjebak di lokasi yang sama. Tim Damkarla memprioritaskan evakuasi truk tersebut agar arus lalu lintas tidak semakin terkunci. 

Proses penarikan dilakukan dengan hati-hati karena derasnya arus air dan terbatasnya ruang gerak akibat antrean kendaraan lain. (yud)

Editor : Nurista Purnamasari
#sumput #hujan deras #driyorejo #gresik #banjir gresik