Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setelah 3 Hari Pencarian, Korban Jatuh dari KM Dharma Ferry VII Ditemukan Tewas di Perairan Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Kamis, 5 Maret 2026 | 13:35 WIB

Proses evakuasi korban yang jatuh dari KM Dharma Ferry VII di perairan dekat Pelabuhan Maspion, Gresik.
Proses evakuasi korban yang jatuh dari KM Dharma Ferry VII di perairan dekat Pelabuhan Maspion, Gresik.

RADAR SURABAYA - Pencarian intensif selama tiga hari terhadap korban jatuh dari Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII akhirnya berakhir dengan ditemukannya jasad korban dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion, Gresik, pada Rabu (4/3) sekitar pukul 10.12 WIB.

Korban diketahui bernama Muslich, 37, seorang wiraswasta asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk.

Ia dilaporkan mengalami insiden man over board (MOB) atau jatuh ke laut pada Senin (2/3) sore saat kapal melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan dari Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Untuk mempercepat pencarian, area penyisiran dibagi menjadi tiga sektor utama. Basarnas menyisir wilayah Selat Madura, KPLP memantau jalur tengah, sementara Satpolairud Polres Gresik bersama Ditpolairud Polda Jatim fokus pada sisi utara yang meliputi area Pelabuhan Petrokimia, Maspion, Jasatama, hingga Semen Gresik.

Setelah hampir dua jam pencarian di hari ketiga, petugas melihat sesosok jenazah mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion.

Tim segera mendekat dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang selama ini dicari.
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardhita, membenarkan penemuan tersebut.

“Jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan koordinasi dan identifikasi awal dari pakaian yang dikenakan, diduga kuat ini adalah korban yang jatuh dari kapal pada 2 Maret lalu,” ujarnya, Rabu (4/3).

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani proses visum et repertum (VER). Tim Inafis Polres Gresik juga melakukan identifikasi lanjutan guna memastikan identitas korban secara resmi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

AKP Nyoman menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan agen kapal KM Dharma Ferry VII untuk menghubungi keluarga korban di Nganjuk. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

“Pihak kami juga berkoordinasi dengan agen kapal KM Dharma Ferry VII untuk menghubungi keluarga korban. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai,” pungkasnya.

Menanggapi insiden ini, Polres Gresik mengimbau seluruh operator kapal dan penumpang agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi standar keselamatan pelayaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari. (yud)

Editor : Nurista Purnamasari
#Penumpang Kapal #penumpang kapal feri tercebur #perairan gresik #meninggal dunia #KM Dharma Ferry VII #gresik