Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Banjir Gresik Selatan: Tanggul Jebol, Sekolah dan Ratusan Rumah Warga Terendam

Fajar Yuliyanto • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:51 WIB
Petugas BPBD Gresik melakukan pemantauan ke kawasan pemukiman yang terdampak banjir.
Petugas BPBD Gresik melakukan pemantauan ke kawasan pemukiman yang terdampak banjir.

RADAR SURABAYA - Banjir akibat hujan deras dan luapan sungai masih membayangi sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk wilayah Gresik. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gresik sejak Selasa (10/2) hingga Rabu (11/2) memicu luapan Sungai Avour dan menjebol tanggul di Kecamatan Wringinanom.

Akibatnya, ratusan rumah warga, jalan desa, hingga fasilitas pendidikan di dua kecamatan sempat terendam banjir.

“Curah hujan yang sangat tinggi membuat saluran drainase dan aliran Sungai Avour tidak mampu menampung debit air. Hujan deras memicu luapan ke pemukiman dan fasilitas umum,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, Kamis (12/2).

Sukardi menjelaskan bahwa jebolnya tanggul terjadi di Dusun Sumberjalin, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom.

“Tercatat ada dua titik tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter. Curah hujan yang sangat tinggi membuat saluran drainase dan aliran Sungai Avour tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.

BPBD mencatat dampak banjir paling signifikan terjadi di Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo. Di Wringinanom, genangan air merambah Desa Sumengko, Wringinanom, Pasinan, Lebaniwaras, dan Sumberame.

Ketinggian air di Jalan Poros Desa sempat mencapai 15 sentimeter. Sementara di Kecamatan Driyorejo, banjir melanda Desa Sumput dan Desa Krikilan (Dusun Legundi), bahkan merendam fasilitas pendidikan seperti SDN 3 Krikilan dan SMP PGRI Driyorejo.

Sukardi menambahkan, meski kondisi banjir mulai surut, BPBD tetap melakukan monitoring di lapangan.

“Untuk hari ini, dilaporkan air sudah mulai surut, termasuk di fasilitas umum dan rumah-rumah warga. Namun kami terus berkoordinasi dengan tim TRC di lapangan,” jelasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Jawa Timur.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Berdasarkan prakiraan, curah hujan tinggi masih terjadi pada periode 10–12 Februari 2026. Kami menyiagakan personel untuk mengantisipasi adanya kiriman air atau luapan susulan,” tegasnya.

Meski banjir mulai surut, BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan masih melakukan pendataan kerugian serta menyiapkan langkah perbaikan darurat pada tanggul yang jebol. (jar)

Editor : Nurista Purnamasari
#Tanggul Jebol #hujan deras #banjir #wringinanom #sungai avour #gresik