Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Gresik, Begini Kondisi Para ABK

Yudhi Dwi Anggoro • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:33 WIB

 

Proses evakuasi para nelayan yang perahunya terbalik akibat cuaca ekstrem di perairan Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
Proses evakuasi para nelayan yang perahunya terbalik akibat cuaca ekstrem di perairan Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

RADAR SURABAYA - Kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem terjadi di perairan utara Gresik, tepatnya di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Sabtu (24/1).

Perahu nelayan milik Muhammad Kunjali, 35, warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, terbalik setelah dihantam gelombang tinggi dan menabrak potongan kayu bagan.

Kapolsek Ujungpangkah, Iptu Suwito, mengonfirmasi bahwa perahu tersebut mengangkut lima Anak Buah Kapal (ABK). Beruntung, meski sempat terombang-ambing di laut, seluruh kru berhasil diselamatkan.

“Cuaca ekstrem mengakibatkan perahu tidak terkendali dan menabrak potongan kayu bagan hingga akhirnya terbalik. Seluruh ABK selamat dan sudah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan TNI-Polri bersama relawan warga,” ujarnya.

Insiden bermula saat perahu berangkat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dusun Kalingapuri, Desa Pangkahkulon, menuju TPI Desa Campurejo pada Jumat (23/1).

Namun, ketika memasuki perairan Banyuurip pada Sabtu dini hari, kondisi laut mendadak memburuk.
Gelombang tinggi membuat nakhoda kesulitan mengendalikan arah perahu hingga menabrak potongan kayu bagan yang mengapung. Benturan keras menyebabkan perahu terguling dan tenggelam.

Setelah sekitar dua jam bertahan di laut, para ABK berhasil diselamatkan oleh nelayan lokal yang melintas.

Proses evakuasi lanjutan kemudian dilakukan oleh personel gabungan untuk membawa korban kembali ke daratan.

“Sekira pukul 09.30 WIB, seluruh ABK berhasil dievakuasi ke TPI Campurejo dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil akibat kerusakan perahu ditaksir mencapai Rp 45 juta,” tambah Iptu Suwito.

Pihak kepolisian mengingatkan para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami mengimbau nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut, demi keselamatan bersama,” tegas Iptu Suwito. (yud)

Editor : Nurista Purnamasari
#gelombang tinggi #perahu nelayan #cuaca ekstrem #ujung pangkah #gresik