Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masalah Keluarga Diduga Menjadi Penyebab Pria Akhiri Hidup di Rumah Kos Kebomas Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:37 WIB
Evakuasi jenazah pria yang mengakhiri hidup di rumah kos Desa Kedanyang, Kebomas, Gresik.
Evakuasi jenazah pria yang mengakhiri hidup di rumah kos Desa Kedanyang, Kebomas, Gresik.

RADAR SURABAYA - Suasana di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik berubah gempar akibat penemuan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di area tangga rumah kos, Jumat (23/1) sore.

Peristiwa ini sontak menghebohkan lingkungan sekitar dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Korban ditemukan tergantung menggunakan tali safety belt di lantai dua bangunan tersebut.

Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WIB.

Kejadian bermula saat saksi berinisial SW hendak mengunjungi kamar kos adiknya, ASM, yang berada di lantai dua rumah kos milik Ibu Nonik.

“Saat berada di tangga menuju lantai dua, saksi SW dikagetkan dengan posisi sepasang kaki yang bergelantungan. Karena takut, saksi berteriak memanggil adiknya,” ujar Kompol Gatot.

ASM yang mendengar teriakan kakaknya segera keluar dari kamar dan ikut terperanjat melihat seseorang sudah dalam kondisi tergantung di pertengahan tangga.

Kedua saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan perangkat desa setempat.
Pihak desa segera menghubungi Polsek Kebomas serta Call Center 110 Polres Gresik.

Tak lama berselang, sekitar pukul 16.20 WIB, petugas piket Polsek Kebomas bersama Tim Inafis Polres Gresik tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi awal.

Korban diketahui berinisial TYK, warga Dusun Jangglengan, Desa Kradegan, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Jasadnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Ibnu Sina sekitar pukul 17.25 WIB untuk keperluan visum.

Berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hanya ditemukan bekas ikatan tali pada bagian leher. Dugaan sementara, peristiwa ini dipicu oleh adanya permasalahan keluarga yang sedang dialami korban,” jelas Kompol Gatot.

Saat ini jenazah TYK telah berada di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina untuk proses lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait pemulangan jenazah ke daerah asal di Wonogiri. (yud)

Editor : Nurista Purnamasari
#kebomas #rumah kos #Mengakhiri hidup #gresik