Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cuaca Buruk Lumpuhkan Pelayaran Gresik–Bawean, Ratusan Penumpang Tertahan

Fajar Yuliyanto • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:13 WIB

Kapal cepat Express Bahari belum mendapatkan izin berlayar ke Bawean karena cuaca buruk.
Kapal cepat Express Bahari belum mendapatkan izin berlayar ke Bawean karena cuaca buruk.

RADAR SURABAYA - Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Gresik lumpuh total akibat cuaca buruk yang melanda perairan Laut Jawa selama sepekan terakhir.

Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa otoritas pelabuhan menghentikan seluruh layanan kapal menuju Pulau Bawean demi keselamatan penumpang.

Hingga Selasa (13/1), kapal cepat Express Bahari maupun kapal Ferry KMP Gili Iyang tidak diizinkan berlayar.

Keputusan ini membuat ratusan calon penumpang tertahan di daratan Gresik. Kondisi tersebut menyulitkan warga Bawean yang hendak kembali ke pulau setelah menjalani urusan medis maupun dinas.

Salah satu penumpang, M. Rokim, mengaku sudah tertahan selama satu minggu. “Seharusnya saya pulang Sabtu kemarin, tapi sampai hari ini belum ada kepastian kapal beroperasi. Selama menunggu, saya menumpang di rumah singgah Perumahan Alam Bukit Raya (ABR). Kami berharap ada keajaiban cuaca membaik atau ada kapal dari pelabuhan lain seperti Paciran atau Tanjung Perak,” ujarnya penuh harap.

Rumah singgah di ABR kini dipenuhi warga Bawean yang tidak bisa kembali karena faktor cuaca.
Banyak di antaranya adalah pasien atau keluarga pasien yang baru selesai menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina.

Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, menjelaskan bahwa tingginya gelombang di perairan Bawean, khususnya bagian selatan, dipicu oleh menguatnya Monsun Asia.

“Berdasarkan update per 12 Januari 2026, tinggi gelombang di jalur pelayaran menuju Bawean diperkirakan mencapai 2,5 meter. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga 16 Januari 2026,” jelasnya.

Data dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak menunjukkan kecepatan angin di perairan tersebut mencapai 16–22 knot, dengan hembusan maksimum hingga 35 knot. Kondisi ini masuk kategori bahaya bagi pelayaran kapal berukuran sedang maupun kecil.

BMKG memprediksi potensi penurunan gelombang baru akan terjadi pada 17 Januari 2026, meski kepastian tetap bergantung pada dinamika atmosfer harian. (jar)

Editor : Nurista Purnamasari
#Cuaca Buruk #BMKG #pelayaran #bawean #penyeberangan #gresik