RADAR SURABAYA - Setelah tiga hari pencarian, nelayan asal Kelurahan Lumpur, Gresik, Mat Rakim, 58, yang hilang sejak awal pekan lalu akhirnya jenazahnya ditemukan.
Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat menemukan jenazah korban mengapung di perairan Gresik pada Kamis (8/1) pagi.
Penemuan ini sekaligus mengakhiri spekulasi terkait insiden perahu tanpa awak yang sempat terekam kamera CCTV saat melaju kencang dan menabrak dermaga beberapa hari sebelumnya.
Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh Mujiano, seorang nelayan yang ikut membantu tim gabungan melakukan penyisiran. Posisi jenazah berada di sekitar perairan Smelting, tidak jauh dari Pelabuhan Mie Sedap.
Lurah Lumpur, Eka Prapangasta Widya Darma, membenarkan kabar tersebut.“Benar, korban sudah ditemukan tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan oleh Pak Mujiano, nelayan yang ikut membantu proses pencarian di area perairan Mie Sedap,” ujarnya.
Kapolsek Gresik Kota, Iptu Kevin Ramadan, menjelaskan bahwa setelah ditemukan, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud, BPBD, dan Basarnas langsung bergerak melakukan evakuasi menggunakan kantong jenazah.
“Petugas gabungan segera mengevakuasi korban ke daratan. Berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sindujoyo 10D/24, Kelurahan Lumpur, untuk proses pemulasaraan,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mat Rakim diduga terjatuh dari perahunya pada Senin (5/1), setelah bertugas mengantar anak buah kapal (ABK).
Perahu milik korban kemudian ditemukan melaju kencang tanpa pengemudi hingga menghantam Dermaga Jetty Petrokimia Gresik.
Kejadian ini sempat menghebohkan warga pesisir dan memicu pencarian intensif oleh tim gabungan.
Setelah tiga hari dilakukan operasi penyisiran dalam radius lebih dari 5 kilometer, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Pihak otoritas setempat mengimbau para nelayan untuk selalu menggunakan alat keselamatan diri seperti life jacket saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar para nelayan lebih memperhatikan keselamatan diri saat bekerja di laut,” pungkas Iptu Kevin Ramadan. (yud/nur)
Editor : Nurista Purnamasari