Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bisa Jadi Tempat Ngabuburit, Sentra Kuliner Bandar Grissee Dilaunching Lagi Dengan Nama Cokro Ekraf

Muhammad Firman Syah • Senin, 4 Maret 2024 | 00:29 WIB
Kuliner Lokal : Festival Cokro Ekraf jadi event kuliner dua mingguan yang digelar di Bandar Grissee.
Kuliner Lokal : Festival Cokro Ekraf jadi event kuliner dua mingguan yang digelar di Bandar Grissee.

Pemerintah Kabupaten Gresik melaunching kembali program sentra kuliner Bandar Grissee yang ada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Bedilan. Uniknya, program ini sebelumnya telah diluncurkan pada (17/11) tahun 2023 lalu oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berbarengan dengan gelaran acara The Culture Of Grissee.

Peluncuran program yang sempat mandek selama beberapa bulan itu, menggandeng banyak pihak mulai dari sekitar masyarakat Bandar Grissee, asosiasi pelaku usaha hingga industri di kota wali. Berbeda dengan konsep awal, sentra kuliner yang diberi nama Cokro Ekraf itu akan hadir dua minggu sekali dengan mengusung konsep yang lebih pasti yakni sajian makanan khas Gresik.

Baca Juga: Jalan-Jalan Malam Saat Bulan Ramadhan di Surabaya, Coba Lima Tempat Ini

Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah optimis festival Cokro Ekraf akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Apalagi festival memiliki ciri khas yakni menyuguhkan kuliner asli Gresik.

“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh jika ingin menikmati kuliner khas Gresik. Cukup datang ke festival Ekraf ini semua tersedia,” kata Wabup Bu Min.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik akan berkomitmen untuk mendorong pembangunan kawasan kota tua Gresik yang kini dikenal dengan sebutan Bandar Grissee agar terus menjadi kawasan yang memiliki daya tarik. Nah, dalam mendorong aktivitas perekonomian dan geliat kota di Pemerintah Kabupaten Gresik didukung oleh banyak kalangan salah satunya PT Petrokimia Gresik. 

"Malam ini saya melihat antusiasme masyarakat yang datang kesini. Saya optimis jika di tempat ini digelar festival setiap dua minggu sekali akan meningkatkan perekonomian warga sekitar," imbuhnya.

Baca Juga: Sate Karak, Kuliner Surabaya Khas yang Menggoyang Lidah, Bukan dari Daging dan Nasi Sisa

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Parekrafbudpora Pemkab Gresik, Syaifudin Ghozali menyebut ada sejumlah makanan khas Gresik yang dinikmati dalam festival dua mingguan di Bandar Grissee. Diantaranya, lontong roomo, nasi Krawu, pudak dan aneka kuliner lokal lainnya.

“Tidak hanya kuliner dalam festival ini juga ada ekraf Corner. Program ini kami gelar sebagai wujud program Nawakarsa Gresik sehati dalam rangka peningkatan perekonomian di kota tua,” kata Ghozali.

Baca Juga: Bongko Kopyor Jajanan Khas Gresik Diburu Saat Ramadhan

Sebelumnya diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me-launching program sentra kuliner Bandar Grissee di Jalan Hos Cokroaminoto Gresik. Program tersebut di-launching bertepatan dengan acara The Culture of Grissee atau perayaan satu tahun Bandar Grissee. Namun sejak diluncurkan program yang digadang-gadang untuk memperkuat keberadaan pelaku usaha mikro sekaligus penataan PKL Bandar Grissee tersebut tidak kunjung terealisasi hingga akhir Januari 2024.

Dari data yang dihimpun Radar Gresik terdapat sejumlah tantangan mengapa program ini tidak berjalan. Mulai dari sosialisasi minimalnya kepada masyarakat dan pelaku usaha tidak adanya dukungan lintas organisasi perangkat daerah, hingga persetujuan sejumlah kelompok masyarakat jika harus dilakukan penutupan Jalan HOS Cokroaminoto pada akhir pekan karena kemacetan akan menambah kemacetan.

Editor : M Firman Syah
#kuliner ramadan #Kuliner Gresik #Bandar Grissee