Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Jokowi : Smelter Gresik Butuh 20.000 Anak Muda

Muhammad Firman Syah • Minggu, 3 Maret 2024 | 06:34 WIB
Serap Tenaga Kerja : Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Smelter PT Freeport Indonesia di PT Smelting.
Serap Tenaga Kerja : Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Smelter PT Freeport Indonesia di PT Smelting.

 

Presiden RI, Joko Widodo menyebut jika PT Freeport Indonesia akan membuka lowongan kerja dalam waktu dekat ini. Tidak tanggung-tanggung, tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 15.000 sampai 20.000 orang. Namun yang dibutuhkan kini adalah anak muda.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi ketika menghadiri acara Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dining Hall Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/3) kemarin. Nah, lowongan kerja ini dibuka seiring dengan kehadiran Smelter PT Freeport yang berada di Gresik.

Presiden Jokowi Widodo mengatakan bahwa, smelter perusahaan tambang tembaga dan emas itu akan beroperasi pertengahan 2024 ini.

"Juni nanti industri smelter akan mulai beroperasi. Itu akan merekrut anak-anak muda, mungkin lebih 15.000 atau 20.000 dan nilai tambah juga meningkat," kata Jokowi.

Dikatakan, kehadiran Smelter di Gresik ini sebagai upaya pemerintah mengawasi hilirisasi barang ekspor produk dari PT Freeport. Presiden Jokowi lantas menceritakan betapa sulitnya mendapatkan saham mayoritas 51 persen di PT Feeeport.

Bahkan, untuk mengambil alih perusahaan tambang itu membutuhkan waktu selama sembilan tahun. Presiden pun meminta untuk dibangunkan Smelter. Selama 55 tahun berdiri PT Freeport, menurut Jokowi, hanya mengimpor barang mentah hasil tambang di Papua.

"Contoh eskpor tembaga yang sudah 55 tahun, dieskport dalam bentuk mentah oleh Freeport. Bayangkan, 55 tahun kita tidak tahu apakah yang diekspor itu, apakah tembaga, apakah ada emasnya," kata Jokowi.

"Sembilan tahun lalu saya paksa mereka membangun industri smelter. Tidak mudah mengajak mereka itu membangun industri smelter," tambah Jokowi.

Setelah smelter dibangun, hilirisasi barang ekspor di Indonesia pun mengalami peningkatan begitu tinggi. Sebelum adanya smelter, nilai ekspor mencapai Rp 30 triliun. Namun begitu smelter dibangun (nilai ekspor) mencapai Rp 510 triliun. Setelah terjadi peningkatan nilai ekspor, perusahaan memang sangat diuntungkan. Namun, pemerintah juga mendapatkan dampaknya dalam pemungutan pajak.

"Kita bisa memungut namanya pajak perusahaan. Kalau kita ikut (sebagai pemegang saham), artinya kita dapat deviden. Artinya, Indonesia dapat penerimaan yang sangat besar," tandasnya. (fir)

Editor : M Firman Syah
#jokowi #Presiden Jokowi