Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Operasional Smelter Freeport di Gresik, Pemprov Jatim Pastikan Sarana Pendukung Siap

Muhammad Firman Syah • Kamis, 29 Februari 2024 | 06:26 WIB
Dukung Penuh : Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah (kiri) mengunjungi proyek Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.
Dukung Penuh : Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah (kiri) mengunjungi proyek Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

Gresik - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan oleh PT Freeport Indonesia dalam mendukung operasional pabrik Smelter di Kabupaten Gresik. Salah satu sarana yang telah disiapkan berupa penyediaan kebutuhan air.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, pabrik Smelter Gresik akan dipasok oleh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik sebanyak 150 liter per detik.

"Kehadiran PT Freeport Indonesia di Gresik meningkatkan perekonomian di Jawa Timur, bahkan mampu menyerap tenaga kerja baru," kata dia.

Dikatakan, komposisi tenaga kerja pembangunan smelter yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik secara keseluruhan adalah 99 persen pekerja dari Indonesia. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan pekerja dari wilayah Jatim.

"Dari sisi lapangan pekerjaan, tenaga kerja pembangunan smelter secara kumulatif telah menyerap sekitar 30 ribu orang," katanya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (23/2).

Sementara itu, pabrik Smelter Freeport di Gresik merupakan yang kedua yang dibangun PT Freeport Indonesia setelah yang pertama dibangun pada 1996 dan dikelola oleh PT Smelting. Dalam pembangunan pabrik smelter yang kedua tersebut, PT Freeport Indonesia telah menanamkan investasi hingga USD 3,1 miliar Serikat atau setara Rp 48 triliun per akhir Desember 2023.

Pembangunannya ditargetkan rampung pada pertengahan 2024 yang diharapkan sudah mulai beroperasi sebelum akhir tahun. Pabrik smelter tembaga dengan Design Single Line terbesar di dunia ini nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton.

Melihat hal ini, Adhy Karyono optimistis perputaran ekonomi dari sektor UMKM akan semakin besar ketika ketika pabrik smelter mulai beroperasi.

"Karena UMKM itu persaingan bisnis sehingga kita harapkan UMKM harus menyambutnya dengan penuh persiapan. Saya berharap peluang-peluang UMKM dapat diisi oleh masyarakat lokal," tuturnya. (fir)

Editor : M Firman Syah
#Smelter Gresik #Freeport Indonesia #PDAM #pemprov jatim