Puluhan warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik beramai-ramai mendatangi Kantor Balai Desa Banyutengah, Rabu (28/2) pagi kemarin. Kedatangan puluhan warga itu guna meminta penjelasan Kepala Desa Banyutengah, Fadloli yang telah menyewakan Fasilitas Umum (Fasum) berupa jalan desa ke salah satu pengusaha tambang Limestone di kota Gresik.
Kegeraman warga semakin memuncak, setelah aktivitas kendaraan pengangkut bahan material Limestone atau yang sering disebut galian C itu membuat jalan menuju sawah warga rusak hingga menimbulkan kecelakaan.
Berdasarkan pantauan dilapangan, warga berbondong-bondong datang ke balai desa pada hari Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. Koordinator aksi, Ahhmad Hafidzul Khoir mengatakan, pihaknya menuntut Kades memberhentikan aktivitas lalu lalang kendaraan penganggkut material galian C karena merusak akses jalan menuju lahan pertanian.
"Ada warga yang jatuh akibat truk tidak mengalah dengan petani saat menuju ke lahan pertaniannya," kata Ahmad Hafidzul.
Dikatakan, truk galian C memang sejatinya mengeruk tanah tambang milik pribadi. Nah karena akses jalan yang terbatas inilah, pemilik lahan akhirnya menyewa jalan desa supaya bisa dilalui.
“Kami menuntut Kepala Desa dan pemilik galian C untuk menghentikan sementara aktivitas truk galian,” tegasnya.
Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Banyutengah Fadloli saat dikonfirmasi menegaskan jika aktivitas Galian C itu telah berizin. Meskipun dia tidak paham dengan izin apa yang telah dikantongi.
“Galian itu sudah ada ijinnya, tapi saya kurang faham izinnya itu ekplorasi atau IUP OP,” katanya.
Fadloli juga mengungkapkan terkait hasil pertemuan dengan warga memiliki kesepakatan akan melakukan rembukan kembali bersama pihak-pihak terkait untuk melakukan pengukuran terkait jalan.
“Aktivitas galian C diberhentikan sementara, yang biasa berkomunikasi dengan saya untuk pemilik galian C pak Rofik warga Sentul Paciran Lamongan,” jelasnya.
Pada bagian lain, Kapolsek Panceng Iptu Nasukha membenarkan adanya demo warga terkait terkait galian C. Mereka protes jalan pertanian rusak parah karena dilintasi truk-truk keluar masuk lokasi galian.
“Warga demo menuntut terkait jalan yang dilalui petani dilewati truk galian,” ujarnya.
Ditambahkan Nasuka, pihaknya telah melakukan penjagaan di Balai Desa Banyu Tengah selama unjuk rasa warga berlangsung. Sehingga berjalan kondusif dan tidak ada hambatan yang berarti.
“Terkait adanya mis komunikasi dan demo berjalan aman dan kondusif pihak kami juga masih melakukan kordinasi di Balai Desa,” pungkasnya. (yud/fir)
Editor : M Firman Syah