GRESIK – Setelah ditutup sejak adanya pandemic covid-19, wisata religi di Kabupaten Gresik akan segera dibuka kembali. Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Gresik telah melakukan sosialisasi kepada para pengelola. Salah satunya, terkait protokol kesehatan pandemi covid-19.
Kepala Disparbud Gresik, Agustin Halomoan Sinaga menjelaskan, pada awal pekan depan pihaknya akan melakukan sosialisasi. "Jika memang ada objek wisata yang ingin buka lagi, harus membuat surat pernyataan kesanggupan itu." terangnya.
Tahap selanjutnya adalah, tim dari Disparbud Gresik akan diterjunkan untuk memantau kesiapan protokol kesehatan yang tersedia. Setelah semua lengkap, maka Disparbud akan membuat surat rekomendasi agar objek wisata itu dapat kembali dibuka.
"Setelah semua protokol terpenuhi, kami akan buatkan surat rekomendasi. Tapi jika ketentuan protokol itu dilanggar, bisa saja izinnya dicabut," imbuhnya.
Sementara Pengurus wisata religi Makam Sunan Giri, Izzuddin menerangkan, pihak pengurus akan mengundang para takmir masjid, pedagang, ojek di wilayah wisata religi untuk menjelaskan protokol kesehatan yang diterapan saat wisata religi Makam Sunan Giri kembali dibuka.
"Semua harus mematuhi, protokol mulai cuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak, dan lainnya harus ditaati. Jika ada yang tidak mau akan susah." jelas Izzuddin.
Untuk mekanisme di masa New Normal, kembali Izzuddin menambahkan, akan ada aturan untuk menjaga jarak dan kapasitas di dalam tempat ziarah. "Nanti di dalam hanya akan menampung sekitar 300 orang selama 15 menit," tuturnya.
Selain itu, juga akan ada mushallah yang dijadikan ruang tunggu bagi peziarah yang mengantri. Ruang tunggu itu bisa menampung hingga 200 orang.
"Para pengunjung wisata religi Makam Sunan Giri harus menaati pengetatan disiplin protokol kesehatan. Jika tidak, misalkan ada yang tidak menggunakan masker, maka kami minta untuk keluar," pungkasnya. (fir/rof)
Editor : Administrator