GRESIK - Kumuh dan merusak pemandangan akses masuk Wisata Mangrove Banyuurip Center (MBC) di Kecamatan Ujungpangkah dipenuhi sampah. Padahal, pemerintah desa setempat sudah memasang tanda larangan buang sampah.
Dari pantauan di lapangan tumpukan sampah seperti plastik dan ada juga kasur terlihat mengambang di pintu masuk MBC. Kebanyakan dari limbah rumah tangga itu menumpuk di lahan petambakan yang berada di akses masuk jalan wisata.
Akibatnya sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap. "Sudah lama dijadikan tempat sampah. Lahan tambak jadi pembuangan sampah," kata salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.
Warga tersebut menambahkan, ia prihatin dengan kondisi tersebut. Selain menimbulkan bau tak sedap, sampah tersebut berserakan hingga ke jalan. "Jadi sangat disayangkan kalau akses masuk wisata dijadikan tempat sampah," tambahnya.
Sementara itu Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris mengatakan, pihaknya sudah berulang-kali meminta masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan.
Bahkan kata Ihsan, ia sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada tepat di utara tambak yang dijadikan tempat sampah tersebut.
Bahkan rencananya menurut Ihsan, ke depan TPS tersebut akan dikelola menjadi Bank Sampah serta ada proses pemilahan dan pengolahan menjadi barang bernilai ekonomi.
"Kami sudah pasang larangan agar tak membuang sampah sembarangan. Ini karena kesadaran warga yang kurang. Minggu ini mau kerja bakti untuk membersihkan sampah, juga mau menutup pakai galvalum biar warga tidak bisa buang sampah sembarangan," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Administrator