GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bakal menggelar rapid tes kepada 15 orang pedagang ayam potong yang berada di Pasar Sidowungu Kecamatan Menganti. Langkah itu dilakukan sebagai bahan evaluasi apakah perlu atau tidak Pasar Ayam Sidowungu ditutup.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono mengungkapkan, salah satu warga Sidowungu yang kini sedang dirawat di RSAL Surabaya dinyatakan positif Covid 19. Meskipun positif warga berinisial NH itu diketahui bukan pedagang ayam di pasar Sidowungu.
"Dulunya dia memang berjualan di Sidowungu tapi sudah beberapa tahun ini pindah ke pasar Simo Surabaya. Namun rumahnya berada di Sidowungu," katanya.
Namun, untuk meminimalisir dampak penyebaran virus dan memberikan ketenagan pada masyarakat, pihaknya berencana melakukan rapid tes kepada seluruh pedagang pasar sidowungu.
"Hasilnya apabila pedagang yang kami tes ada yang positif maka seketika itu pasar lanngsung kami tutup," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Gresik, Mohamad Qosim menuturkan, pemerintah sudah melakukan langkah. Beberapa orang yang sempat berinteraksi langsung dengan pasien sudah dilakukan isolasi mandiri.
Hal ini untuk meminimalisir penyebaran pandemi covid-19 terutama di pasar. Rencananya rapid test akan dilakukan di tempat pemotongan ayam itu.
"Insya Allah dilaksanakan Senin (18/5) depan. Karena baru Senin depan rapid testnya datang. Jadi dilakukan saat itu juga," imbuh Qosim.
Disinggung mengenai rencana penutupan pasar masih belum dilakukan. Sebab, para pedagang ayam itu berjualan di Pasar Surabaya. Bukan di Pasar Sidowungu.
"Tentang rencana penutupan pasarnya belum kami lakukan, karena pedagang-pedagang tersebut itu jualannya di Pasar Surabaya, bukan di Menganti," pungkasnya.
Saat ini Kecamatan Menganti menjadi kecamatan dengan jumlah pasien positif terbanyak, total ada 11 dari 41 pasien positif di Kabupaten Gresik. (fir/rof)
Editor : Administrator