Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rayakan Imlek, Umat Tionghoa Gresik Berdoa di Klenteng Tertua di Jatim

Administrator • Senin, 27 Januari 2020 | 14:40 WIB
Rayakan Imlek, Umat Tionghoa Gresik Berdoa di Klenteng Tertua di Jatim
Rayakan Imlek, Umat Tionghoa Gresik Berdoa di Klenteng Tertua di Jatim

Foto : Yudhi/Radar Gresik


TERTUA DI JATIM : Klenteng Kim Hin Hiong berlokasi di Jalan Dr Setia Budi Gang Klenteng No 56 Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik.



Tahun Baru Imlek 



Rayakan Imlek, Umat Tionghoa Gresik Berdoa di Klenteng Tertua di Jatim


GRESIK - Meski dikenal sebagai Kota Santri, namun Kabupaten Gresik memiliki klenteng yang masuk kategori tertua di Jawa Timur. Klenteng bernama Kim Hin Hiong berlokasi di Jalan Dr Setia Budi Gang Klenteng No. 56, Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik.


Puluhan anak kecil menunggu di depan Klenteng Kim Hin Hiong. Mereka duduk sembari menunggu para pengunjung klenteng baik yang datang maupun keluar. “Biasanya, dapat angpao dari pengunjung, senang liburan begini dapat uang,” kata salah satu anak, Ahmad Amirul Mukminin, 9.  


Penjaga klenteng Tjan Kok Gong,74, Kiong mengakui, anak-anak kecil yang tinggal di sekitaran kampung kerap berlomba menanti angpao ketika para jemaah sedang bersembahyang di klenteng seperti saat perayaan Imlek tahun ini.


“Namanya angpao kan seikhlasnya. Kalau jemaah ada rezeki biasa bagi-bagi angpao kepada anak-anak kecil sebagai ungkapan rasa syukur,” tutur Kok Gong.


Untuk perayaan Imlek tahun ini, Kok Gong mengatakan, tidak ada yang spesial dalam perayaan di Klenteng Kim Hin Kiong. Semua berlangsung normal seperti perayaan Imlek pada tahun-tahun sebelumnya.


Dikatakan, klenteng itu adalah satu-satunya di Gresik. Usia tempat persembahyangan umat Tionghoa ini diperkirakan mencapai 867 tahun. “Kim Hin Kiong didirikan pada 1 Agustus 1153, klenteng ini tertua dan satu-satunya di Gresik sampai hari ini,” ujarnya.


Dikatakan, awalnya di sekitar klenteng banyak ditempati etnis Tionghoa. Namun, seiring perkembangan zaman, mereka sukses dan pindah tempat tinggal.


“Ada yang ke Surabaya, ada juga yang ke kota lain dan menetap di sana. Sementara rumah mereka yang ada di sini (dekat kelenteng) dijual, kemudian dibeli sama orang lain. Ada yang masih tetap tinggal di sini, seperti saya, tapi tidak banyak, paling hanya lima atau enam keluarga saja,” jelasnya.


Kondisi tersebut membuat sekitaran kelenteng Kim Hin Hiong yang semula dikenal orang dengan sebutan kampung pecinan, perlahan mulai tidak kelihatan. Bahkan, perkampungan lebih didominasi pemeluk agama Islam. Meski demikian, para penduduk setempat baik etnis Tionghoa maupun warga sekitar terlihat membaur hidup bersama.


“Untuk sembahyang bersama itu tadi malam, tapi setelah itu masih banyak jemaah yang sembahyang sendiri tidak bareng seperti ini. Untuk makanan dan kue dihidangkan setelah sembahyang, itu sumbangan dari para jemaah,” pungkasnya. (yud/han)

Editor : Administrator
#kelenteng gresik Kim Hin Hiong #kelenteng tertua di Jatim #dewa kelenteng gresik #imlek di gresik #tionghoa di gresik