GRESIK – Kalangan DPRD Kabupaten Gresik berhasil memaksa pemerintah untuk menyetujui usulan kenaikan gaji guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau honorer dan Alokasi Dana Desa (ADD). Hal ini seperti yang disampaikan wakil rakyat dalam agenda penyampaian pendapat akhir (PA) Fraksi terhadap R-APBD 2020.
Dari data yang berhasil dihimpun, honor untuk guru sekolah swasta dari sebelumnya Rp 300 ribu naik jadi Rp 600 ribu. Kemudian, guru non K2 dari awalnya Rp 500 ribu naik menjadi Rp 1 juta serta K2 naik dari Rp 1,6 juta menjadi Rp 2,3 juta.
Sedangkan untuk ADD, kenaikannya juga cukup signifikan. Dari awalnya Rp 113 miliar menjadi Rp 122 miliar. Disetujuinya usulan dewan ini tidak lepas dari aksi dewan yang beberapa kali menunda finalisasi R-APBD 2020.
Ketua F-Nasdem DPRD Gresik Musa membenarkan hal tersebut. Semua usulan dewan untuk masyarakat disepakati eksekutif. "Alhamdulillah semuanya disetujui (kenaikan gaji guru honorer dan ADD,red)," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua F-PDIP Noto Utomo. Semua usulan sudah disetujui. Makanya disepakati digelar penggedokan APBD, kemarin (28/11). "Saya kira sudah cukup baik dalam mengakomodir kepentingan masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani merasa gembira dirinya bisa memenuhi tuntutan masyarakat. Meskipun belum bisa semuanya paling tidak sudah sebagian besar yang terakomodir. "Saya kira pada APBD 2020 banyak program yang benar-benar pro masyarakat. Salah duanya, yakni kenaikan gaji guru non PNS dan kenaikan ADD," ungkapnya.
Sedangkan untuk aspirasi lainnya yang belum bisa terakomodir, pihaknya akan mencoba merealisasikannya pada perubahan APBD 2020 mendatang. "Tenang saja, masih ada kesempatan. Nanti perubahan akan kami upayakan untuk merealisasikan seluruh usulan masyarakat," imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Wabup Moh Qosim meminta kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) segera mempersiapkan perangkat untuk melaksanakan APBD 2020. Sehingga pelaksanaan APBD bisa dimulai lebih awal. “Setelah ini akan segera kami kirim ke bu gubernur untuk dievaluasi,” ujarnya. (rof/han)
Editor : Administrator