GRESIK - Kasus pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Gresik. Hingga saat ini total masih ada 12 orang yang dipasung. Jumlah itu terus menurun dari tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan beberapa pihak terkait untuk terus mengevaluasi ODGJ yang dipasung. Sehingga ditargetkan 2020 Kabupaten Gresik bersih pasung.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, Ummi Khoiroh menyebutkan setelah pihaknya terjun ke lapangan menemukan tiga calon ODGJ yang dapat dibebaskan pada satu atau dua bulan ke depan. Pihaknya akan terus berupaya melalukan sosialisasi dan edukasi terhadap keluarga agar tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan terhadap ODGJ ini. “Salah satu ODGJ sebetulnya bisa kami bebaskan kemarin,” ujarnya.
Kendala yang dihadapi menurut perempuan asli Madura ini adalah dari pihak keluarga yang belum bisa melepaskan ODGJ. Pasalnya, pihak keluarga belum percaya secara penuh apabila dibebaskan. Hal itu yang menjadikan tindakan memasung ODGJ ini dirasa cara yang terbaik. Selain itu, kekhawatiran lain timbul pada perlakuan yang dirasa tidak sesuai harapan terhadap ODGJ ini ketika masa rehabilitasi di rumah sakit jiwa. “Maka dari itu kami terus mengedukasi mereka,” terangnya.
Selain itu, pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh puskesmas di seluruh Kabupaten Gresik untuk memberi pengawasan terhadap ODGJ yang dibebaskan. Kemudian pihaknya akan berkerja sama dengan camat dan perangkat desa setempat untuk menginstruksikan apabila ditemukan ODGJ untuk tidak dilakukan pemasungan. Karena dianggap tidak menjungjung tinggi rasa kemanusiaan. “Kami siapkan petugas untuk terus memonitoring,” ujarnya.
Wakil Bupati (Wabup) Gresik Muhammad Qosim berharap dengan kesamaan visi dan misi akan mewujudkan tahun 2020 Kabupaten Gresik bebas pasung. Dia mengaku pihaknya akan melakukan penanganan berupa obat dalam belum pil atau suntik secara teratur. Di sisi lain, pihaknya akan terus memberi kepercayaan kepada keluarga agar timbul kerja sama yang baik antara pemerintah dan keluarga. “Ini yang cukup sulit, tapi saya yakin bisa,” pungkasnya. (hil/han)
Editor : Administrator