Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PTS Tingkatkan Serapan Konsentrat Tembaga Olahan

Administrator • Jumat, 28 Juni 2019 | 18:30 WIB
PTS Tingkatkan Serapan Konsentrat Tembaga Olahan
PTS Tingkatkan Serapan Konsentrat Tembaga Olahan

GRESIK - Fasilitas pengolahan dan pemurnian PT Smelting (PTS) Gresik menambah serapan tembaga olahan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Ini dilakukan karena menurunnya kualitas konsentrat tembaga dari Freeport Indonesia.


Senior Manager Technical Eksternal Smelting Gresik Bouman Tiroy Situmorang kepada wartawan menjelaskan, tahun ini pihaknya menyerap 100 ribu ton konsentrat tembaga. Angka itu naik dari 2018 sebesar 20 ribu ton konsentrat tembaga. "Tahun ini kita menyerap 100 ribu ton dari Amman Mineral," ujar Bouman.


Dikatakan, meningkatnya serapan konsentrat tembaga Amman Mineral Nusa Tenggara karena kualitas pasokan konsentrat tembaga dari Freeport Indonesia mengalami penurunan produksi biji tembaga. Iniakibat perpindahan lokasi pertambangan dari atas permukaan menjadi di bawah tanah.


Menurut Bouman, kadar timbal (PB) dari produksi konsentrat tembaga terakhir dari tambang terbuka Freeport Indonesia tinggi. Sehingga perlu dicampur dengan konsentrat tembaga dari Amman Minera Nusa Tenggara.


"Pengotor dari Freeport tinggi, kita kesusahan harus blending. Kita cari konsentrat yang bersih, tembaga Amman kar‎dar timbalnya rendah," tuturnya.


Dijelaskan, tahun ini PTS akan mengoptimalkan kapasitas smelternya dalam mengelola konsentrat 1,1 juta ton. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 900 ribu ton. Pasokan konsentrat terseut berasal dari Freeport Indonesia sebanyak 1 juta ton sedangkan sisanya dari Amman Mineral Nusa Tenggara.


"Dua Sumber bahan baku di Indonesia yaitu Freeport dan Amman Mineral Nusa Tenggara, saat ini paling banyak dari Freeport Indonesia," tandasnya.


Sementara itu Manager General Affair Smelting, Sapto Hadi mengungkapkan, produksi tembaga olahan (konsentrat tembaga) dari tambang  Freeport Indonesia di Grasberg Papua mengalami penurunan. Penyebabnya, peralihan metode pertambangan dari penambangan terbuka menjadi penambangan bawah tanah.


"Saat ini kita menerima konsentrat tembaga dari Freeport 1,1 juta per tahun, kami tetap menerima dari Freeport meski sedang turun," kata Sapto belum lama ini.


Meski begitu, Sapto tetap optimistis smelter yang bermitra dengan Mitsubishi tersebut akan berproduksi optimal, tidak terpengaruh penurunan produksi konsentrat Freeport.


Dikatakan, pihaknya juga berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pasokan asam sulfat ke pabrik pupuk Petrokimia Gresik, industri semen, beton, dan galangan Kapal yang memerlukan pasokan slag tembaga. “Kami berkomitmen menjaga neraca perdagangan Jatim melalui produksi yang optimal,” tandasnya. (fir/ris)

Editor : Administrator
#Pemkab Gresik #pt smelting