Melalui bantuan permodalan, Pemkab Gresik bersama Baznas Kabupaten Gresik memberdayakan sebagian warga untuk berjualan pentol. Bantuan itu diwujudkan rombong yang akan digunakan untuk berjualan keliling.
YUDHI DWI ANGGORO-Wartawan Radar Gresik
KEBAHAGIAAN tersirat di wajah 10 orang warga penerima bantuan modal rombong pentol di Halaman masjid Al Inabah, Pemkab Gresik, usai salat Jumat kemarin. Mereka mendapatkan rombong bakso dari Wabup Qosim. TIdak hanya rombong, mereka juga mendapat suntikan modal kerja sebesar Rp 1 juta perorang. Mereka adalah penjual pentol keliling yang menjajakan dagangannya ke sekolah di wilayah pedesaan di Kabupaten Gresik.
Usai penyerahan, Wabup Qosim berpesan agar para penjual pentol yang mendapat bantuan ini menjaga dan merawat rombong bantuan ini agar bisa dipakai lebih awet dan lama. Menurut Qosim, mereka adalah orang yang terpilih dari banyak orang yang juga membutuhkan bantuan.
“Kami tidak ada hubungan darah atau family dengan anda semua. Tapi kami mempercayakan bantuan ini agar anda semua bisa lebih berdaya. Bantuan ini merupakan hasil zakat dari para muzakki di Gresik. Tentu saja kami berharap agar, saat ini anda yang menerima bantuan dari zakat, suatu saat nanti anda juga bisa memberikan zakat” tandas Qosim.
Mendapat bantuan modal kerja serta rombong yang terbuat dari bahan aluminium dan kaca ini sangat menggembiran. Samsul Anam, 42, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah merupakan salahsatu penerima bantuan. DIa mengaku, kadang pulang sampai usai Maghrib menjajakan pentol daganganya.
“Kalau pagi saya menjajakan di halaman sekolah. Tapi sering juga karena adanya larangan untuk jajan di luar, maka dagangan saya gak terlalu laku. Terpaksa saya jajakan kelililing dan pulang kerumah menjelang Isya. Semoga dengan bantuan rombong dari Baznas Gresik ini, dagangan pentol saya bisa lebih laku. Karena kalau rombongnya terbuat dari aluminium tampak lebih bersih dan sehat” tuturnya.
Hal serupa diutarakan Rizal Aldimas, 22, penerima bantuan yang lain. Dia mengatakan, dirinya bersyukur atas bantuan rombong dari Wabup Qosim. “Sebelumnya saya hanyalah penjual es tebu sambal jualan pentol. Tapi karena musim hujan, es tebunya nggak laku. Saya hanya menjual pentol menunggu pembeli datang. Hasilnya juga gak seberapa. Setelah mendapat bantuan rombong ini, maka saya bisa menjual pentol dengan berkeliling”. ujarnya.
Terkait kriteria penerima bantuan Abdul Munif Ketua Baznas mengatakan, pihaknya sangat selektif dalam memberi bantuan ini. “Selain berdasarkan usulan permintaan, kami juga melakukan survey kepada para calon penerima bantuan. Rekomendasi Kepala Desa juga kami butuhkan untuk menguatkan bahwa penerima bantuan adalah orang yang tepat” katanya.
Abdul Munif juga mengatakan bahwa para penerima bantuan ini juga disertakan kaleng sedekah. Maksud disertakannya kaleng sedekah tersebut agar para penerima bantuan juga rajin berzakat. (*/ris)
Editor : Administrator