GRESIK – Memasuki awal tahun 2019, sejumlah Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Gresik kena mutasi. Ini merupakan mutasi pertama setelah pengelolaan SMA diambil alih Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Kepala sekolah yang terkena mutasi antara lain, Muhammad Fadloli Kepala SMAN I Menganti yang bergeser ke SMAN 4 Surabaya, sedangkan Kepala SMAN I Menganti dijabat Ainur Rofiq yang sebelumnya menjabat Kepala SMAN I Dukun. Untuk posisi Kepala SMAN I Dukun dijabat Sukirin Wikanto yang sebelumnya merupakan Waka SMAN 5 Surabaya.
Suswanto Kepala SMAN I Gresik bergeser ke SMAN Olahraga Sidoarjo, sedangkan Kepala SMAN I Gresik dijabat Syafaul Anam yang sebelumnya menjabat Kepala SMAN I Kedamean. Untuk posisi Kepala SMAN 1 Kedamean ditempati Ali Imron yang sebelumnya menjabat SMAN 1 Kandat, Kediri.
Selanjutnya, Kepala SMAN I1 Balongpanggang Tohir digeser ke SMAN I Sidayu menggantikan Arif Suswanto yang meninggal dunia. Sedangkan untuk jabatan Kepala SMAN Balongpanggang dijabat Siti Nurmala yang sebelumnya merupakan guru SMKN 1 Surabaya.
Kemudian, mantan Kepala SMAN 1 Kebomas Nurus Sobah menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Taman Sidoarjo, sedangkan Kepala SMAN 1 Kebomas dijabat Dian Kartikowati yang sebelumnya menjabat Kepala SMAN 1 Taman Sidoarjo.
Selain Kepala Sekolah SMA, mutasi juga menyasar Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Yakni, Yoyok Tri Haryono Kepala SMKN 1 Cerme dipindah menjadi Kepala SMKN 3 Surabaya. Sedangkan jabatan Kepala SMKN I Cerme ditempati Takari Widodo yang sebelumnya merupakan Kepala SMKN 1 Widang Tuban.
Kepala Cabang Dinas Gresik Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Puji Astuti membenarkan adanya mutasi sejumlah kepala sekolah SMA di Kabupaten Gresik. Mereka ada yang dipindah ke kota lain dan ada juga yang hanya bergeser di SMA lain yang ada di Gresik. “Iya memang ada mutasi 6 kepala sekolah SMA dan 1 Kepala Sekolah SMK Negeri di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Menurut dia, mutasi ini dilakukan agar mutu pendidikan SMA di Jawa Timur merata. Jangan sampai kepala sekolah yang berkompeten hanya memajukan satu sekolah saja. “Kalau bisa seluruh SMA di Jawa Timur bisa lebih baik,” kata dia.
Ditambahkan, untuk mutasi kali ini hanya menyasar kepala sekolah saja. Untuk guru masih belum dilakukan. “Baru kepala sekolah, guru belum. Menunggu keputusan Kepala Dinas Pendidikan Jatim,” imbuhnya. (rof/ris)
Editor : Administrator