Dinas Kesehatan terus mensosialisasikan pemberian air susu ibu (ASI) kepada ibu menyusui. Sosialisasi itu disampaikan melalui Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP ASI) eksklusif.
Hingga kini KP-ASI di Kabupaten Gresik terus mengalami kenaikan. Dinas kesehatan (Dinkes) mencatat, hingga September lalu, jumlah KP ASI sudah mencapai 34 kelompok. “Harapannya, seluruh bayi di kota Pudak bisa mendapatkan ASI eksklusif,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Gresik Nurul Dhollam.
Tercatat, cakupan pemberian ASI eksklusif memang belum maksimal. Masih terdapat ibu bayi yang memberikan susu formula untuk buah hatinya. Dari 17.888 bayi, hanya 12.694 atau 70,96 persen saja yang mendapatkan ASI eksklusif. “Secara prosentase cakupannya lebih tinggi, mengingat sebelumnya hanya 68,88 persen, sebab itu kuantitas KP ASI terus ditingkatkan,” lanjutnya.
Dijelaskan, pembentukan KP ASI memang baru dimulai pada 2013. Anggota kelompok ini, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, nenek atau pengasuh dan petugas puskesmas. Mereka bertugas memberikan pengetahuan dan motivasi soal gizi. ”Setiap bulan harus diadakan pertemuan antar anggota,” tuturnya.
Jumlah KP ASI terus bertambah, yakni 1 KP ASI di tahun 2013, menjadi 6 di tahun 2014, kemudian 16 KP ASI di tahun 2015 dan hingga saat ini terdapat 34 KP ASI di tahun 2016. Sementara itu, jumlah bayi yang menderita gizi buruk mengalami penurunan. “Pada 2015 ditemukan 107 bayi penderita gizi buruk. Sedang tahun 2014 mencapai 203 bayi penderita gizi buruk,” papar dia. (est/ris)
Editor : Administrator