Dari banyaknya kolektor uang kuno di Gresik, akhirnya terciptalah komunitas pecinta uang kuno. Puluhan kolektor itu berkumpul jadi satu dalam Komunitas Uang Kuno Gresik.
Mereka tidak hanya mengoleksi uang kuno, namun juga memiliki misi untuk memperkenalkan sejarah uang tersebut. Mereka menyasar anak muda agar eksistensi sejarah tetap terjaga. “Kita berkeinginan mengajak anak muda agar lebih mengenal uang kuno kita,” terang kordinator Komunitas Uang Kuno Gresik Alfi Khamdan.
Ia menyebut anggotanya kerap berinteksi melalui media sosial (Medsos). Komunitasnya itu di antaranya terdiri dari Gresik Numismatik Indonesia (GNI) dan jual beli uang kuno Gresik.
Dijelaskan, anggota yang merupakan penyuka uang kuno ini menganggap uang tersebut memiliki sejarah pada zamannya. Karena itupun, harga uang kuno ini disesuaikan dengan sejarah dan kelangkaannya itu. “Harganya bervariasi tergantung kelangkaan dan grade atau kondisi uangnya. Semakin langka semakin mahal. Jadi keuntungan sendiri nih bagi para kolektor,” lanjut laki-laki asal Benjeng ini.
Sementara itu, anggota lain Nur Cahyadi menuturukan, adanya komunitas ini bertujuan agar bisa mencari generasi penerus penyuka uang kuno. Ia menyatakan selain hobi, melalui uang kuno ini bisa mempererat persaudaraan, memiliki teman baru dan kegiatan bersifat positif.
“Bahkan dari komunitas ini, kita bisa tahu bahwa ada anggota di usia SD yang tertarik dengan uang kuno. Ia juga sudah mengoleksi uang yang belum pernah ia temui sebelumnya,” lanjut laki-laki asal Menganti ini.
Dikatakan, koleksi para anggotanya dikatakan lumayan banyak. Disebut, ada yang penyuka uang kertas, ada juga uang koin. Uang itu baik uang Indonesia maupun luar negeri.
Di media sosialpun para anggota tersebut bisa jual dan beli koleksi. “Anggota bisa meraup keuntungan jutaan rupiah,” terang dia.
Setiap berkumpul, para anggota sharing tentang pengetahuan uang kuno yang mereka miliki. Bila ada yang cocok, tak jarang mereka melakukan tukar koleksi.
Menurutnya pula, uang kuno memiliki nilai lebih dari sisi nilai sejarah, keunikan dan seni. Untuk perawatannya, para pecinta uang kuno ini memiliki cara tersendiri, yakni mengelompokkannya dalam buku uang kuno. “Sedangkan kalau uang kertas tinggal dijaga kelembabannya,” imbuh dia. (est/jee)
Editor : Administrator