Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diselidiki Kasus Pencurian Bangkai Kapal Perang Belanda

Administrator • Jumat, 26 Januari 2018 | 17:52 WIB
Diselidiki Kasus Pencurian Bangkai Kapal Perang Belanda
Diselidiki Kasus Pencurian Bangkai Kapal Perang Belanda

Kota – Raibnya bangkai kapal perang milik kerajaan Belana di perairan Bawean, berbuntut. Setelah secara khusus Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Jakarta, November 2016 lalu. Kini aparat berbenang akan mengusut kasus pencurian bangkai kapal perang ini.


Laporan yang disampaikan kerajaan Belanda, ada 3 (tiga) kerangka kapal perang milik Belanda yaitu HNLMS De Ruyter, HNLMS Java dan HNLMS Kortenaer dinyatakan hilang dari lokasi koordinatnya di perairan dekat Pulau Bawean.


Atas laporan ini, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu akan melakukan pembahasan. Rumornya, tiga bangkai kapal belanda tersebut dipereteli secara ilegal untuk dijual sebagai besi bekas. Untuk itu, Ryamizard akan mengajak TNI-POLRI mengungkap kasus ini.


“Nanti kan ada Rapim TNI-Polri, saya akan ajak semua aparat penegak hukum membahas masalah itu. Kita akan kejar sindikat-sindikat ini,” ujar Menhan di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Selasa 23 Januari 2018.


Ryamizard sendiri mengaku belum tahu detail mengenai pencurian bangkai kapal perang HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java yang karam tahun 1942 dekat Pulau Bawean. “Saya belum tahu detailnya, saya baru tahu itu,” katanya.


Sebelumnya Yayasan Karel Doorman dari Belanda melakukan penyelaman di lokasi kedua bangkai kapal perang itu pada November 2016. Ketika itu, mereka kaget karena dua bangkai kapal perang raksasa yang masing-masing memiliki bobot 6.650 ton raib dengan meninggalkan bekas cerukan saja.


Sebagai informasi, ketiga kapal itu antara lain HNLMS De Ruyter, HNLMS Java, dan HNLMS Kortenaer yang tenggelam saat Perang Laut Jawa di tahun 1942. Bangkainya kemudian ditemukan pada tahun 2002 oleh para penyelam. Sejak itu, lokasi penemuannya pun dianggap sebagai kuburan perang.


Seperti diketahui, setiap tahun keluarga korban kapal perang Belanda yang ternggelam selalu mendatangi perairan Bawean. Tepat di koordinat tenggelamnya kapal, dilakukan tabur bunga. Mereka memberikan penghormatan bagi arwah keluarga yang ikut tenggelam di peperangan melawan Jepang. (bst/rtn)



 

Editor : Administrator