Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tahun 2012 HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java Ditemukan, Tahun 2016 Telah

Administrator • Selasa, 23 Januari 2018 | 16:34 WIB
Tahun 2012 HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java Ditemukan, Tahun 2016 Telah
Tahun 2012 HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java Ditemukan, Tahun 2016 Telah

Setiap menjelang Februari, keluarga ABK kapal perang dunia II berziarah di perairan laut Pulau Jawa. Hanya saja bangkai kapal milik kerajaan Belanda itu diketahui telah raib. 


 


Abdul Basith/wartawan Radar Bawean


 


Tanggal 27 Februari 1942 adalah hari peristiwa bersejarah bagi sebagian warga Belanda. Koleganya tewas bersama tenggelamnya kapal perang Belanda di laut Pulau Jawa, yang jaraknya berdekatan dengan Pulau Bawean.


Pertempuran di laut Jawa itu  telah menenggelamkan kapal perang milik marinir Belanda. Mereka sedianya ditugaskan untuk menghalau masuknya kapal perang milik Jepang ke tanah Pulau Jawa. Ada 3 kapal yang tenggelam dalam peristiwa pertempuran itu, kapal "De Ruyter", "Java" dan Kortenaer".


Setiap tahunnya, warga keturunan Belanda yang keluarganya meninggal dunia dalam pertempuran di laut jawa, selalu rutin mengadakan acara kegiatan di tempat peristirahatan terakhir di Surabaya.  Berangkat dari keinginan bersama, tahun 2012 dibentuk organisasi "Vereniging van Overlevenden & Nabestaanden (V.O.N)",  dengan Ketua Mr. Joop Nahuijsen. Tujuannya, peringatan peristiwa 27 Februari 1942 yang rutin diselenggarakan di Pemakaman Kembang Kuningan Surabaya, juga dilaksanakan langsung di lokasi tenggelamnya kapal di laut Pulau Jawa.


Sejak berdiri tahun 2012, V.O.N sudah mengadakan peringatan peristiwa sejarah tenggelamnya kapal di lokasi kejadian sudah ketiga kalinya. Berangkat dari pelabuhan Pulau Bawean, sebanyak 4 warga keturunan Belanda didampingi awak media naik kapal Express Bahari 1 C menuju lokasi tenggelamnya kapal.


Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya sampai di lokasi peristiwa pertempuran antara kapal perang Belanda melawan kapal perang Jepang.


Mr. Joop Nahuijsen, Ketua V.O.N. dalam sambutanya mengatakan, tabur bunga dilakukan tepat berada di lokasi laut, dimana terjadi Pertempuran Laut Jawa.  “72 tahun yang lalu, pasukan Tempur Gabungan dengan kapal perang dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia (ABDA) bersatu melawan agresor Jepang untuk mencoba menghentikan mereka yang tujuannya menaklukkan Pulau Jawa,"terangnya.


Dengan demikian sudah 72 tahun tempat ini menjadi peristirahatan terakhir dari 923 orang marinir Belanda, juga orang Indonesia. “Di bawah kita sekitar kedalaman 60 meter,  mereka beristirahat dalam damai di 3 kapal perang Belanda yang hancur oleh bom, torpedo, dan kamikaze dari pihak Jepang. Kapal-kapal tersebut, yaitu De Ruyter", "Java" dan "Kortenaer","ujarnya.


Karel  Jacob Ottens dari Belanda meminta sejarah janganlah dilupakan. Sejarah hendaknya diambil nilai positipnya untuk menciptakan perdamaian  bersama. Sejarah adalah pelajaran berharga bagi mengingat lelehur. 


Tahun 2002, pemerintah Belanda menyatakan bahwa seorang penyelam amatir Belanda telah menemukan bangkai kapal perang HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java di Laut Jawa. Kemudian pada akhir 2016, Belanda melaporkan bangkai kedua kapal itu menghilang dan melayangkan protes ke Indonesia.


Protes itu ditanggapi dingin Indonesia, termasuk Bambang Budi Utomo dari Pusat Arkeologi Nasional.  “ Pemerintah Belanda protes, kami balikin lagi, ‘Kalian nyelam enggak ngomong-ngomong dan enggak lapor (Indonesia). Kami mana tahu ada barangnya di situ. Silakan saja cari, kami enggak tanggung jawab. Aturan mainnya begitu,” kata Bambang. (*/rtn)


 



 

Editor : Administrator