DUDUK SAMPEYAN – Produktivitas tambak perikanan di Kecamatan Duduksampeyan sejak beberapa tahun terakhir menurun. Penurunan itu akibat kualitas air maupun lahan yang mulai tercemar limbah industri di sekitar Kecamatan Duduksampeyan.
Khoirul Ulum, petambak Desa Setro mengatakan, penurunan produksi tambak terjadi sejak 10 tahun terakhir. Menurutnya kualitas air yang mengaliri tambak menurun sebagai dampak atas berdirinya sejumlah pabrik di sekitar tambak.
"Saya tidak menuding, apakah ada hubungannya dengan hadirnya pabrik disini. Yang pasti produksi ikan memang turun karena kualitas air merosot," terang dia.
Sebagai pembanding, pada awal tahun 2000, produksi bandeng di tambaknya bisa memanen 1 1,2 ton di lahan seluas 1 hektar. Namun kini, mendapatkan 2 kuintal saja dinilai sudah cukup bagus. Sementara untuk komoditas udang, wilayah Duduksampeyan sudah tidak bisa diharapkan lagi.
Sementara itu, Kades Tebaloan Sulkhan mengatakan saat ini memang banyak warga yang tidak lagi mau menjadi petambak. Pasalnya, produksi tambak saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan. “Jika dulu satu areal tambak bisa menghasilkan 1 ton ikan, sekarang hanya 2 kuintal saja,” kata dia.
Menurut dia, persoalan ini muncul setelah banyaknya pabrik berdiri di hilir sungai menuju laut. Sebab, air tambak berasal dari air pasang laut. “Kalau di hilir sudah tercemar maka air pasang yang menggenangi tambak juga dipastikan tercemar, ini yang bikin produksi tambak menurun,” ungkapnya.
Tidak produktifnya tambak di wilayah Kecamatan Duduksampayen mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Achmad Nawardi. Mantan wartawan ini melihat sungai Tebaloan yang dilaporkan warga tercemar limbah industri.
"Akibat pencemaran tersebut, ribuan hektar tambak yang ada di wilayah Duduksampeyan tidak produkti lagi. Laporan yang saya terima ada 30 ribu hektar tambak di Duduk tidak lagi produktif karena tingginya pencemaran,” ujarnya, kemarin.
Dikatakan, setelah melakukan sidak ini pihaknya bakal datang kembali bersama Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Pertanian serta Kementrian Kelautan dan Perikanan. Mereka bakal diminta untuk melakukan pengujian. “Nanti saya datang lagi bersama kementrian terkait untuk melakukan pengujian,” ungkap dia. (rof/ris)
Editor : Administrator