RSUD Ibnu Sina memiliki rumah singgah bagi keluarga pasien. Tak sedikit warga Pulau Bawean yang dirujuk ke Gresik memanfaatkan fasilitas ini.
Abdul Basith/Wartawan Radar Bawean
Warga Bawean yang telah memanfaatkan fasilitas ini. Di rumah singgah ini disediakan fasilitas beristirahat dan makan gratis dari pemerintah daerah.
dr. Tony S. Hartanto kepala UPT Puskesmas Sangkapura mengatakan sudah banyak warga Bawean yang dirujuk ketika akan melahirkan memanfaatkan fasilitas rumah singgah. "Mereka bisa memanfaatkan pelayanan gratis selama menginap disana,"katanya.
Apalagi kendala utama bagi warga Bawean bila dirujuk ke Gresik, selain beban ongkos transportasi juga biaya selama berada di Gresik.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh kepada wartawan menyatakan akan menambah jumlah rumah tunggu. Selama ini hanya ada dua rumah tunggu di dekat RSUD Ibnu Sina. Berdasar survei kebutuhan, warga Bawean memerlukan rumah tunggu di kawasan pelabuhan. Kawasan tersebut lebih dekat dengan RS Muhammadiyah.
Menurut Ummi, rumah tunggu menjadi kebutuhan ibu hamil sebelum persalinan. Ibu hamil dari wilayah yang jauh dengan rumah sakit membutuhkan tempat singgah sementara. Terutama bagi yang membutuhkan penanganan khusus.
Pasien atau ibu hamil bisa menggunakan rumah tunggu lima hari sebelum dan sesudah opname di rumah sakit. Hal itu bisa memangkas biaya rawat inap rumah sakit. Termasuk biaya makan dan transportasi pulang pergi. Di rumah tunggu, ibu hamil juga mendapatkan perawatan dari seorang tenaga kesehatan. (*/rtn)
Editor : Administrator