Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ilung Lanjang, Legenda Hantu Berhidung Panjang

Administrator • Senin, 28 Agustus 2017 | 15:47 WIB
Photo
Photo

Seperti daerah lainnya, Pulau Bawean memiliki cerita khas tenteng sosok astral. Masyarakat menyebutnya hantu ilung lanjang.


Abdul Basith/Wartawan Radar Bawean


Hantu melegenda bernama ilung lanjang ini terkenal hampir disepanjang Tanjung Kema hingga pulau Gili. Singkatnya, bila kita berbicara tentang hal gaib di daerah ini, maka ilung lanjang pasti tidak akan terlewatkan saking terkenalnya.


Arul Candra penulis novel terkenal asal Pulau Bawean menyatakan penamaan hantu ini, yang secara terminologi berarti hidung panjang. Sosok ini memiliki ciri khas dari hidungnya yang panjang, menjulur hingga menyentuh tanah. Hantu ini sendiri tampak seperti orang tua keriput yang berbadan bongkok. “Percaya atau tidak, sosok ini menggunakan hidung panjangnya sebagai tongkat untuk berjalan,"katanya.


Menurutnya munculnya hantu ini biasanya ditandai dengan suara “gladuk… gladuk… gladuk” yang memecah senyap keheningan malam. Suara itu menggema dan cukup terdengar keras. Sumber suara itu berasal dari hidung panjangnya yang terhentak dengan permukaan tanah. Setelah terdengar suara itu, tak lama kemudian dibalik kabut muncul sosok siluet yang berjalan tertatih-tatih mendekat.


Hantu legendaris ini biasanya berkeliaran diantara sepinya malam. Dahulu, warga sekitar Bawean tidak berani keluar malam-malam karena khawatir akan bertemu dengan sosok ini. Hantu orang tua berhidung panjang ini biasanya akan mendatangi rumah-rumah warga setempat. Namun, dia tidak dengan random menyatroni rumah demi rumah warga sekitar. Biasanya hantu ini hanya mendatangi rumah yang didalamnya ada anak kecil yang masih terjaga dari tidurnya. Maka dari itu para orang tua biasanya menenangkan anak-anak mereka agar cepat tidur jika tidak didatangi si hidung panjang Desas-desus kisah hantu ini cukup menebarkan teror yang menggelayuti malam-malam warga Bawean.


 


Tak berhenti sampai disitu. sosok kakek tua bungkuk ini dipercaya juga sering menyatroni area pekuburan. Biasanya bila ada anak-anak dibawah 5 tahun yang meninggal, maka ilung lanjang akan mendatangi kuburannya untuk kemudian menancapkan hidungnya kedalam kuburan itu sebagai alat untuk menyerap sari pati jasad yang disemayamkan didalam kuburan itu.


Banyak orang Bawean yang mengatakan bahwa sosok legendaris hantu ini sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Pengetahuan tentang sosok hantu ini diperkenalkan bersama kepercayaan dan kebudayaan masyarakat Bawean secara turun-temurun. Namun, di era modern dimana zaman mulai bergeser sedikit demi sedikit. Sosok hantu ini mulai dilupakan dalam kehidupan masyarakat.Kemunculan teknologi dan perbaikan infrastruktur ditengarai menjadi beberapa faktor yang mengaburkan sosok ini dalam gagap gempita peradaban



Banyak bermunculannya toko dan tempat nongkrong 24 jam, membuat kesan menyeramkan dari sosok ini mulai pudar. Jalan-jalan yang mulai sarat dengan penerangan pula diakui menjadi faktor penting yang berlawanan dengan naluri para hantu yang menyukai tempat-tempat gelap. Bahkan ada isu yang beredar bahwa sosok ini mulai tidak menampakkan diri karena beberapa orang yang sedang mabuk mematahkan hidung panjangnya. (*/rtn)

Editor : Administrator