KOTA –Bermacam-macam lukisan memiliki gaya dan karakter tersendiri. Salah satunya lukisan Khat bergaya kolase. Dimana lukisan khat atau rangkaian huruf hijaiyah yang dibuat dengan proporsi sesuai, namun dipadukan dengan gaya kolase. Yakni, lukisan yang medianya menggunakan bentuk berbeda dan menyatukan potongan-potongan barang bekas yang ada di sekitar menjadi susunan yang apik.
“Bila sebelumnya, lukisan khat itu menggunakan media datar, namun di gaya ini menggunakan media dengan bentuk yang berbeda,” jelas M. Riyanto, salah satu pelukis Khat bergaya kolase.
Terlihat media lukisannya sedikit berbeda, yakni ada yang berbentuk ‘Love’ dengan media yang melengkung ke dalam dan media bergelombang. Memang sulit membuat media dengan bentuk yang unik, namun kesan berbeda ini bisa menarik perhatian masyarakat. “Buktinya saat pameran lukis dan pesananun meningkat untuk lukisan khat bergaya baru ini,” terang laki-laki asal dr. Soetomo ini.
Menurutnya, membuat media tidaklah sulit, bahkan untuk melukis di media bergelombangpun tak rumit. Sebab, tekstur lukisan tetaplah sama dengan media datar. “Hanya kreatifitas mengolah bentuknya saja,” lanjut anggota Kelompok Seni Gasruk ini.
Selain itu, untuk membuat lukisan Khat semakin menarikm karya seni ini diolahnya dengan tambahan bahan bekas. Riyanto, membuat potongan pipa yang ditempelkan di berbagai sisi. Bahkan, potongan tersebut, ia gunakan untuk membentuk huruf terakhir dalam Khat. “Jadi menuntut kreatifitas pelukisnya juga,” terangnya.
Pengembangan seni lukis Khat ini memang membutuhkan pembaruan terus, agar menarik perhatian masyarakat. Sebab, dibalik lukisan ini tersirat pesan dari berbagai ayat suci Al Quran. “Gresik masih minim pelukis Khat, dengan pengembangan gaya dan kombinasi, diharapkan bisa menarik perhatian dan meningkatkan minat masyarakat belajar lebih dalam dan bisa jadi dakwah pula,” urainya.
Sementara itu, Yuyun irawati sebagai penikmat seni lukis satu ini mengaku semakin banyak penikmat yang memesan lukisan ini. Yuyun juga kera membantu roduksi dalam karya lukis Khat bergaya kolase tersebut. “Dalam seminggu bisa dua lukisan terbuat, mulai dari dalam daerah hingga luar daerah seperti Jakarta hingga Palembang,” tuturnya. (est/rof)
Editor : Administrator