BADAN Anggaran (Banggar) DPRD Gresik menunda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018. Ini terjadi setelah tidak ada titik temu antara Banggar dan Tim-Ang terkait pembahasan beberapa item anggaran. Anggaran yang masih menjadi perdebatan antara lain pembebasan lahan Kali Lamong dan baju seragam untuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Anggota Banggar DPRD Gresik Asroin Widiyana mengatakan pembahasan anggaran untuk pembebasan Kali Lamong alot. Karena sudah tiga tahun dianggarkan tidak bisa diserap. "Terjadi tarik ulur soal harga, yang menjadi persoalan hingga kini belum juga selesai," ujarnya.
Dikatakan, selama ini tim appraisal yang di terjunkan sudah menetapkan harga tanah. Namun, harga tersebut ditolak pemilik tanah di sepanjang bantaran Kali Lamong. Pemilik tanah tidak sepakat dan minta harga lebih dua kali lipat. "Padahal masyarakat yang terdampak banjir luapan Kali Lamong berharap segera di atasi," kata dia.
Menurut dia, jika memang pembebasan tidak bisa dilakukan lebih baik dilakukan pemendingan saja. Dari pada nanti anggaran tersebut tidak terserap lagi. "Anggaran akan di alihkan pada yang lain, sambil menunggu pemilik tanah sepakat," ujarnya.
Ditambahkan, selain persoalan Kali Lamong, urusan seragam juga menjadi perdebatan. Sebab, tahun 2016 lalu baik negeri maupun swasta mendapatkan alokasi anggaran. "Tetapi tahun ini hanya sekolah negeri saja yang diajukan untuk mendapatkan seragam gratis," terang dia.
Pihaknya berharap ke depan tidak hanya negeri saja yang dapat seragam tapi juga swasta. Makanya tadi rapat sepakat anggaran ini di pending. "Tim-Ang kita suruh untuk menghitung secara keseluruhan jumlah anggaran yang di butuhkan untuk anggaran seragam itu,"pungkasnya. (rof/ris)
Editor : Administrator