RADAR SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyebut bahwa industri otomotif menjadi salah satu sektor andalan Jawa Timur.
Perkembangan sektor ini sangat signifikan. Bahkan per Maret 2024, tercatat nilai ekspor Jatim untuk sektor industri otomotif mencapai USD117,6 juta.
“Oleh sebab itu kami optimis pameran GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) akan memperkuat posisi Jatim dalam industri otomotif nasional dan internasional. Untuk mencapai itu, tentu kita harus terus meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar produk otomotif,” kata Adhy saat hadir di pameran GIIAS di Grand City Convex Surabaya, kemarin.
Pameran GIIAS digelar hingga 1 September dan dibuka oleh Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika.
Adhy menjabarkan bahwa berdasarkan Pusdatin Kemenperin RI, tren ekspor industri otomotif Jatim mencatatkan performa sangat baik.
Tahun 2022, nilai ekspor mencapai USD568,5 juta. Bahkan periode Januari - Maret 2024, ekspor mencapai USD117,6 juta dengan tujuan utama ekspor ke beberapa negara, yakni Jepang, Amerika Serikat dan Timor Leste.
“Hal ini menunjukkan Jatim memiliki keunggulan produksi otomotif yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menembus pasar ekspor dengan nilai potensial,” tuturnya.
Lebih lanjut, Adhy mengatakan bahwa pameran otomotif tidak sekadar menumbuhkan roda perekonomian. Melainkan juga turut mendorong inovasi industri otomotif.
Khususnya dalam pengembangan kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan. “Hal ini sejalan dengan pengurangan gas emisi karbon serta mencapai target keberlanjutan lingkungan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menurutnya, teknologi kendaraan yang ramah lingkungan serta inovasi kekinian perlu dilakukan mengingat persaingan sangat luar biasa. Terlebih saat ini tren masyarakat Jatim yang membutuhkan kendaraan ramah lingkungan terus meningkat.
Adhy menjelaskan bahwa Pemprov Jatim mendukung penuh pengembangan industri otomotif karena berdampak pada pendapatan daerah.
“Dukungan yang kami berikan diantaranya memberikan kemudahan produksi, mempermudah izin pembangunan pabrik serta melakukan pemasaran dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Putu Juli Ardika menambahkan, GIIAS mampu menjadi faktor pengungkit dan menumbuhkan industri otomotif.
“Jatim memberikan kontribusi signifikan penjualan kendaraan bermotor. Ada sekitar 43 ribu unit berhasil terjual dari Jatim. Hal ini menegaskan bahwa provinsi Jatim cukup signifikan dalam pertumbuhan industri otomotif. Peningkatan mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap dunia otomotif yang berteknologi terbaru. Apresiasi kepada Jatim dan Gaikindo,” ungkapnya.
Disampaikan Ardika, pameran GIIAS tidak sekadar mendukung pertumbuhan ekonomi, namun turut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kemajuan produk otomotif yang berteknologi tepat guna serta ramah lingkungan.
Menurutnya, teknologi baru dapat menurunkan emisi gas buang karena tidak perlu menggunakan bahan bakar atau mengurangi sekitar 50 persen bahan bakar minyak yang digantikan hybrid sehingga transportasi lebih murah.
Sementara itu, Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi mengatakan, kehadiran industri otomotif tidak sekadar memamerkan kendaraan. Namun sebagai platform strategis untuk memajukan perekonomian. (mus)
Editor : Jay Wijayanto