Menaker Apresiasi Program Magang BRI, 133 Alumni Direkrut Jadi Pegawai

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengunjungi Kantor Pusat BRI di Jakarta, Jumat (23/10).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengunjungi Kantor Pusat BRI di Jakarta, Jumat (23/10).

JAKARTA – Program Magang Nasional yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mulai membuka jalan karier bagi talenta muda Indonesia. Dari 571 peserta yang mengikuti program pada 2025, sebanyak 133 orang kini telah direkrut untuk bekerja di lingkungan BRI.

Pelaksanaan program tersebut mendapat apresiasi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat mengunjungi Kantor Pusat BRI di Jakarta, Jumat (23/10). Dalam kunjungan itu, Yassierli meninjau kegiatan magang, berdialog dengan peserta dan mentor, serta bertemu dengan alumni yang kini bekerja di BRI.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, peserta magang tidak hanya mendapat kesempatan mengamati aktivitas perusahaan, tetapi juga terlibat langsung dalam pekerjaan dan memperoleh pendampingan mentor.

“Di BRI, peserta magang tidak sekadar mengamati. Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan, belajar bersama mentor,” ujar Hery.

Pada 2026, BRI kembali berpartisipasi dalam Program Magang Nasional untuk tahun kedua. Sejak mengikuti program tersebut pada 2025, perseroan telah menjadi tempat belajar bagi 1.354 peserta.

Pada tahun pertama, sebanyak 571 peserta mengikuti program dalam tiga gelombang (batch). Sementara itu, pada 2026 terdapat 783 peserta yang aktif menjalani magang di berbagai unit kerja BRI.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 436 peserta ditempatkan di 65 grup Kantor Pusat BRI, antara lain pada bidang teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, dan bisnis ultramikro. Sebanyak 347 peserta lainnya tersebar di 17 kantor regional, mulai Medan hingga Jayapura.

Penyebaran peserta ke berbagai daerah menjadi upaya BRI memperluas akses pengalaman kerja bagi generasi muda, sehingga kesempatan magang tidak hanya terpusat di Jakarta dan kota-kota besar.

Untuk menunjang proses pembelajaran, BRI menyiapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Peserta dibekali kompetensi pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, serta penerapan ilmu sesuai bidang penempatan.

Hery menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang direkrut menjadi pegawai. Menurutnya, pengalaman kerja, kompetensi, etos kerja, dan kepercayaan diri menjadi bekal penting bagi peserta untuk memasuki dunia profesional.

“Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja,” lanjutnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi pendampingan mentor dan struktur pembelajaran yang diterapkan BRI selama enam bulan. Menurutnya, mentor berperan menyusun proses pembelajaran secara terperinci, mulai dari kompetensi yang harus dikuasai hingga praktik kerja dan proyek yang dikelola peserta.

“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik,” ujar Yassierli.

Dia berharap, pembelajaran terstruktur tersebut dapat membantu peserta memperoleh pengalaman dan kompetensi yang memadai, termasuk untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir program.

Program Magang Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi, meningkatkan kompetensi, serta mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan talenta muda. Pada 2026, pemerintah menargetkan 150 ribu peserta mengikuti program magang selama enam bulan.

Hery menambahkan, partisipasi BRI merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mengembangkan sumber daya manusia. Dengan jaringan yang luas dan layanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI memandang pengembangan talenta sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Editor : M Firman Syah
BRI BRImo BRILian BRILink BRI Peduli