Kebocoran Pipa Air Tambak Mayor Ditangani Cepat, PKG Apresiasi Dukungan Pemkot Surabaya

M Firman Syah • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Gerak Cepat : Jaga Kelancaran Operasional, Petrokimia Gresik Percepat Penanganan Pipa Bocor di Tambak Mayor.
Gerak Cepat : Jaga Kelancaran Operasional, Petrokimia Gresik Percepat Penanganan Pipa Bocor di Tambak Mayor.

SURABAYA – PT Petrokimia Gresik bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat perbaikan jaringan pipa air yang bocor di kawasan Tambak Mayor, Surabaya, Selasa (13/10). Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi setelah aliran air di titik kebocoran berhasil dihentikan. 

Sebelumnya, kebocoran terjadi pada jaringan pipa Glass Reinforced Plastic (GRP) milik Petrokimia Gresik akibat aktivitas penggalian menggunakan alat berat dalam proyek pembangunan tampungan air (long storage) oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya. Proyek tersebut ditujukan untuk menangani genangan air hujan di sekitar kawasan Tambak Mayor.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, mengatakan perusahaan segera melakukan penanganan awal bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Sebagai langkah pengendalian, operasional pompa pada jaringan terdampak dihentikan sejak pukul 12.30 WIB pada hari kejadian.

“Sejak awal, kami bersama BPBD Kota Surabaya langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi kejadian. Aliran air pada titik kebocoran telah berhasil dihentikan, dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk memastikan proses perbaikan berjalan dengan baik hingga jaringan pipa kembali berfungsi normal,” ujar Nuril.

Pipa yang mengalami kerusakan merupakan bagian dari jaringan penyaluran air Pengolahan Air Gunungsari milik Petrokimia Gresik. Setelah aliran air dihentikan, pemeriksaan teknis dan perbaikan dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan sebelum kembali dioperasikan.

Untuk mempercepat penanganan, Petrokimia Gresik dan DSDABM Pemkot Surabaya menggelar rapat koordinasi pada Selasa (13/10). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati langkah penyelesaian kerusakan, termasuk dukungan tenaga kerja selama 24 jam dari pemerintah kota.

Nuril mengapresiasi keterlibatan DSDABM dan BPBD Kota Surabaya dalam penanganan sejak awal kejadian. Menurut dia, koordinasi tersebut menjadi bagian penting untuk mempercepat perbaikan, menjaga keselamatan, serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

“Kami mengapresiasi respons cepat dan dukungan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya DSDABM dan BPBD Kota Surabaya, yang telah bersama-sama melakukan penanganan sejak awal kejadian. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar,” tandas Nuril.

Ia menambahkan, insiden kebocoran tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional Petrokimia Gresik. Perusahaan telah menjalankan langkah mitigasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran operasional selama proses perbaikan berlangsung.

“Berbagai langkah mitigasi telah kami lakukan untuk memastikan kegiatan operasional Petrokimia Gresik tetap berjalan dengan baik. Bersama Pemkot Surabaya dan seluruh pihak terkait, kami terus mengawal proses perbaikan hingga tuntas agar jaringan pipa dapat kembali berfungsi normal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Pemkot Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa pembangunan long storage merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengurangi genangan air hujan di kawasan Tambak Mayor. Dalam pelaksanaannya, aktivitas penggalian menggunakan alat berat menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa milik Petrokimia Gresik.

“Pekerjaan pembuatan tampungan air atau long storage ini dilakukan untuk membantu penanganan genangan air hujan di sekitar lokasi. Terkait kerusakan jaringan pipa yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, kami telah berkoordinasi dengan Petrokimia Gresik dan menyiapkan dukungan tenaga kerja selama 24 jam. Kami berkomitmen untuk terus mendukung proses perbaikan hingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” kata Adi.

Editor : M Firman Syah
pipa air petrokimia bocor surabaya petrokimia gresik